oleh

Kampanye Rapat Umum Dihapus, Debat Publik Tanpa Dihadiri Massa Pendukung

MANOKWARI-Pasangan calon (Paslon) Bupati-Wakil Bupati peserta Pilkada serentak 2020 mulai melaksanakan kampanye yang berlangsung hingga 5 Desember mendatang. Namun kampanye Pilkada kali ini kurang semarak, tak seperti pemilihan sebelumnya. Ini karena dalam Pilkada 2020 tak ada kampanye rapat umum terbuka lantaran menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan virus corona.

Komisioner KPU Provinsi Papua Barat, Abdul Halim Shidiq menjelaskan, dalam Pilkada 2020 berdasarkan PKPU Nomor 13 Tahun 2020, metode kampanye, pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka (dialog), debat publik/debat terbuka antar calon, penyebaran bahan peraga Paslon, pemasangan alat peraga kampanye, penayangan kampanye di media massa, media daring, serta kegiatan lain yang tidak melanggar ketentuan perundang-undangan.

Metode pertemuan tatap muka (dialog) lebih mengutamakan lewat media sosial atau daring (dalam jaringan). ‘’Seperti di Manokwari yang jaringan internetnya bagus, sebisa mungkin lewat media daring atau media sosial,’’ ujarnya.

Bila pertemuan tatap muka (dialog) tak bisa dilakukan lewat media sosial atau daring, dapat dilakukan secara tatap muka namun harus memperhatikan protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19). Kalau kampanye tatap muka dilaksanakan di dalam gedung, maka jumlah massa maksimal 50 orang, memakai masker, jarak antar kursi 1 meter serta menyiapkan alat cuci tangan atau hand sanitiser. ‘’Selain itu juga wajib berkoordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19, apakah diizinkan atau tidak,’’ ujar Halim Shidiq.

Kabupaten yang terkendala jaring internet lanjut Halim Shidiq dapat melaksanakan kampanye pertemuan tatap muka atau dialog di dalam gedung, seperti di Pegunungan Arfak. ‘’Tetap memperhatikan protokol kesehatan, dan maksimal diikuti 50 orang,’’ tegasnya.

Untuk kampanye debat publik, dilaksanakan di dalam gedung yang disiarkan langsung, tanpa dihadiri masa pendukung. Debat publik hanya bisa dihadiri Paslon, 5 komisioner KPU, 2 perwakilan Bawaslu, serta 4 orang tim kampanye. ‘’Jadi, orang yang ikut di dalam gedung dibatasi,’’ ujarnya.

Materi kampanye publik sama seperti Pilkada sebelumnya, hanya kali ini ditambahkan, penanganan, kebijakan strategis pencegahan penyebaran Covid-19. ‘’Sekali lagi disampaikan, debat publik tidak boleh membawa massa di dalam gedung,’’ tuturnya.

Kampanye rapat umum telah dihapus dalam Pilkada 2020. Tak ada lagi jadwal kampanye terbuka Paslon di setiap distrik atau lokasi. ‘’Kampanye yang melibatkan massa dalam jumlah besar di lapangan tidak ada lagi, sudah dihapus. Kampanye yang sifatnya pengumpulan massa tidak boleh dilaksanakan lagi,’’ ucapnya.(lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed