oleh

Kampanye Dibatasi 50 Orang

JAYAPURA – Menteri Dalam Negeri ­(Mendagri) Tito Karnavian menegaskan, tahapan ­kampanye calon kepala daerah boleh dilakukan namun dibatasi jumlah pesertanya. Hal ini untuk menghindari massa yang banyak dalam ­Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di ­Indonesia, termasuk di 11 kabupaten di Papua. 

“Melihat dari tingkat penye­baran covid-19 di Indonesia yang semakin hari semakin tinggi dan hingga kini vaksin­nya belum ditemukan, maka untuk Pilkada serentak 2020 proses kampanye dibatasi jumlah orang yang datang,” kata Tito saat rapat koor­dinasi kesiapan Pilkada serentak dengan Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal, KPU Papua, Bawaslu Papua dan Forkopimda Provinsi Papua, Jumat (10/7) 

Dikatakannya, tahapan Pilkada khususnya masa kampanye para kandidat cukup berbeda dengan pilkada sebelumnya. Untuk tahun ini, jumlah orang yang terlibat dalam kampanye hanya 50 orang. “Semuanya harus mengi­kuti protokol kesehatan yang ketat. Dan proses Pil­kada ini bukan hanya di Indonesia, tetapi ada beberapa negara yang pada tahun ini melak­sanakannya,” ujarnya.

Tito mencontohkan, ada beberapa negara yang melak­sanakan Pilkada dengan menerapkan protokol kesehatan, semisal Amerika Serikat dan Korea Selatan. “Saya apresiasi Pilkada di Korea Selatan, dimana prosesnya berjalan lancar dan tingkat penyebaran virus setelah Pilkada nol ­persen. Nah, ini yang harus kita contohi untuk Pilkada di Indonesia, khususnya di ­Papua,” tandasnya.

Mendagri mengingatkan KPU dan Bawaslu bekerja keras melakukan sosialisasi hingga ke wilayah-wilayah yang jauh dari pusat kota terkait dengan protokol kesehatan dalam proses kampanye hingga pencoblosan nanti. “Kandidat juga harus membantu pemerintah untuk penerapan protokol kesehatan. Kalau sudah dihimbau untuk tidak mengumpulkan massa ­dengan jumlah banyak, maka harus dipatuhi. Mari kita sama-sama menjaga agar tidak ada ­klaster baru seusai Pilkada,” pungkas Tito. (al)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed