oleh

Kampanye Akbar Dibubarkan Paksa

WAISAI – Kapolres Raja Ampat AKBP Andre J.W Manuputty, S.IK bersama Bawaslu, diback-up puluhan anggota Polres Raja Ampat dan satuan Brimob, membubarkan paksa warga dan simpatisan yang mengikuti kampanye akbar pasangan AFU-ORI di lapangan HI Samping Bank Papua Waisai, Sabtu (5/12), sekitar pukul 15.20 WIT. 

Kapolres dan Bawaslu mengambil tindakan pembubaran paksa karena tidak sesuai aturan PKPU Nomor 13 tahun 2020. Dalam PKPU, sudah jelas tertuang bahwa kandidat yang melakukan kampanye di lapangan terbuka dibatasi maksimal 50 orang. Namun kenyataan di lapangan,  ada ribuan massa sehingga diambil tindakan pembubaran agar tidak timbul klaster baru Covid-19. 

PMB OPBJJ-UT Sorong

Pantauan Radar Sorong, pihak kepolisian dan Bawaslu dua kali melakukan pembubaran karena tidak sesuai aturan. Pertama dibubarkan sekitar pukul 15.20 WIT, massa yang mengikuti kampanye membubarkan diri. Sekitar pukul 17.48 WIT, massa kembali lagi. Karena itu, Kapolres bersama Bawaslu melakukan pembubaran secara paksa hingga suasana sempat tegang. 

Ketua Bawaslu Raja Ampat, Markus Rumsowek sewaktu mengingatkan massa untuk membubarkan diri, diserang beberapa massa. Untung saja dari pihak kepolisian dan Brimob gerak cepat menghadang dan membuat lingkaran mengamankan Ketua Bawaslu. Dalam kampanye ini Paslon tunggal AFU-ORI mendatangkan artis lokal, Ona Hetharua yang manimbulkan kerumunan massa. 

“Polres menghentikan jalannya kampanye akbar terbatas paslon tunggal AFU-ORI karena telah terjadi kerumunan massa serta adanya hiburan musik. Kemudian terkesan tidak mengikuti protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19. Dengan itu, terpaksa kami harus ambil alih untuk membubarkan massa di lokasi kampanye tersebut sekalian stopkan kegiatan,” tegas Kapolres Raja Ampat kepada wartawan di sekitar lokasi kegiatan kampanye, Sabtu (5/12) malam. ”Kita sudah punya prosedur dan peraturan dimana PKPU Nomor 13 Tahun 2020 harus dilaksankan. Saya tidak bisa berdiam diri kalau sudah seperti itu, makanya saya ambil tindakan pembubaran,” tegasnya.

Ketua Bawaslu Raja Ampat, Markus Rumsowek kepada wartawan mengatakan, pembubaran pada akhir jalannya kampanye akbar AFU-ORI karena adanya hiburan musik mengakibatkan terjadinya kerumunan massa yang melanggar protokol kesehatan. “Sebelum pelaksanaan kampanye dimulai kita secara lisan sudah satu kali membubarkan massa, tetapi mau dekat-dekat akhir pelaksanaan kampanye kerumunan massa kembali terjadi. Maka untuk kedua kalinya kita bubarkan massa sekaligus stopkan kampanye didampingi pihak Kepolisian dan Brimob. Selanjutnya kita akan lakukan proses penanganan pelanggaran protokol kesehatan sesuai peraturan yang ada,” jelasnya.

Sementara itu, KPUD Raja Ampat telah mendistribusikan seluruh logistik pilkada ke 205 TPS yang tersebar di 117 kampung se-Raja Ampat. Pantauan Radar Sorong, pendistribusian logistic menggunakan Kapal Express Bahari 7E dan Kapal Express 88 bertolak dari Port Of Waisai, Sabtu (5/12).

Sekretaris KPUD Raja Ampat, Sutini,S.IP kepada wartawan menjelaskan bahwa, logistik yang didistribusikan diantaranya Alat Pelindung Diri (APD) bagi penyelenggara tingkat KPPS, PPD, dan PPS, seperti masker sekali pakai, hand sanitiser, sarung tangan karet, thermometer infrared, tisu, baju hazmat juga sabun cuci tangan.  Selain itu, kantong plastik sampah, pelindung wajah, disenfektan, sarung tangan plastik, dan kantong plastik sampah, semprotan sprayer, fasilitas cuci tangan serta tempat air berkeran penampung.

Logistik dalam kotak suara diantaranya, surat suara, tinta dari pipet tetes, segel, alat untuk pemberi tanda pilihan, sampul kertas, serta pengikat surat suara. Kantong plastik, tali pengikat paku, model C hasil-KWK, model C hasil salinan-KWK, sama model C kejadian khusus dan/atau keberatan – KWK, model C pendamping-KWK, model C daftar hadir pemilih-KWK, model C daftar hadir pindahan-KWK, model C daftar hadir pemilih tambahan-KWK, alat bantu tuna netra, alat penghapus tulisan cair, dan logistic lainnya.

”Semua logistik ini didistribusikan ke seluruh wilayah kampung di Raja Ampat. Jika terdapat kendala disaat pergeseran logistik kami KPU telah mempersiapkan fasilitas speedboat yang nantinya akan standby ketika ada kendala atau kekurangan logistik. Dengan kerja keras kita sekretariat KPUD, sSemoga kedepan tidak ada kendala dan kekurangan logistic,” kata Sutini, Sabtu (5/12).

Koordinator Divisi Pengawasan Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Raja Ampat, Kalansina Aibini menyatakan pihaknya terus melakukan pengawasan dan memastikan logistik yang didistibusikan sampai pada TPS yang dituju perdistrik hingga selesai. ”Kita bagi lima tim sesuai wilayah lokasi pendistribusian logistik. Hal ini untuk mengawasi hingga logistik sampai dan tiba di tempat tujuan dengan baik,” kata Kalansina. (hjw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed