oleh

Kalapas Panen Perdana Bersama Warga Binaan

-Metro-132 views

SORONG  – Kepala Lembaga Permasyarakatan (Kaplapas) Kelas 2B Sorong, Gustaf Rumaikewi, SH, MH, bersama warga binaannya menikmati panen perdananya di Kebun Asimilasi dan Edukasi Lapas Kelas 2B Sorong, Senin (21/12). Sayur kangkung jadi tanaman pertama yang sudah siap panen. Lahan seluas 6 hektar ini disiapkan Lapas Sorong untuk melakukan pembinaan kemandirian bagi pada narapidana.

Potret keseruan warga binaan dan petugas Lapas ketika panen perdana.

“Perlu dipahami bahwa selain melakukan pembinaan terhadap kepribadian, kami juga melakukan pembinaan kemandirian kepada warga binaan salah satunya dengan program bertani ini. Kita menyewa lahan seluas 6 hektar, dan yang sudah digarap saat ini baru 4 hektar,” terang Kalapas Sorong, Gustaf Rumaikewi, SH, MH.

PMB OPBJJ-UT Sorong

Dijelaskannya, program bertani tersebut merupakan proses asimilasi dan edukasi yang dilakukan Lapas Sorong bagi warga binaan untuk saling berbagi pengalaman dan teknik cara bertani. Di Kebun Asimilasi dan Edukasi tersebut diharapkan menjadi tempat untuk transfer pengetahuan.

“Warga binaan ini punya latar belakang bertani dari daerah masing-masing, teknik bertani yang berbeda. Sehingga saya harap mereka disini bisa memadukan antara teknik bertani yang konvensional yang profesional, dan dengan sendirinya bisa terbentuk edukasi yang baik,” harapnya.

Kalapas menuturkan, bukan hal mudah untuk menggarap lahan seluas itu dengan hanya mengandalkan tenaga manusia, namun dengan semangat dan ketekunan warga binaan, akhirnya kini mereka bisa menikmati panen kangkung perdana.

“Lahan ini digarap oleh warga binaan dengan membentuk bedeng-bedeng dan menggali sumur terlebih dahulu sebelum ditanami bibit. Ini sudah 4 minggu setelah kami menyemai benih kangkung, hari ini sudah bisa dipanen. Ini tidak semudah membalikkan telapak tangan, karena lahan seluas ini harus digarap dengan sistim manual menggunakan tenaga manusia. Tetapi saya bangga karena mereka bisa melakukannya. Mereka bisa membuktikan bahwa mereka adalah orang yang produktif, meskipun dari tempat yang terbatas tetapi kreasi mereka tanpa batas,” ujar Kalapas.

Gustaf mengatakan, dalam waktu dekat ini pihaknya juga akan mencarikan pasaran yang dapat menampung hasil panen dari Kebun Asimilasi dan Edukasi tersebut. Sehingga warga binaan juga bisa mendapatkan premi dari hasil kerja mereka. Dari hasil tersebut sebagian akan dimasukkan ke kas Negara, sebagian untuk penunjang pembinaan, serta sebagian lagi untuk premi bagi warga binaan yang bekerja.

Selain kangkung, beberapa jenis syuran dan buah lainnya juga ditanam di sana, seperti sawi hijau, sawi putih, bayam merah, bayam hijau, terong, melon dan semangka. Di bedeng baru yang sedang digarap, dipersiapkan untuk menanam kol, brokoli, buncis dan daun bawang.

Sementara itu, Organesna selaku pendamping bagi warga binaan tersebut mengaku tak banyak mengalami kendala berarti. Bahkan baginya sejauh ini semuanya berjalan dengan baik berkat dukungan penuh dari Kalapas. Dirinya berharap, setelah bebas dari Lapas, rekannya bisa mengimplementasikan skill dan pengetahuan yang diperleh selama menjadi warga binaan Lapas Sorong. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed