oleh

Kakak-Adik Nyaris jadi Korban Pemerkosaan

KAIMANA – Dua wanita lansia yang merupakan kakak beradik, M (76) dan F (72), nyaris menjadi korban pemerkosaan. Akibat kejadian ­tersebut, kedua wanita lansia ini mengalami sejumlah luka di wajah dan tangan. Bahkan salah satu korban mengalami pendarahan pada bagian dalam ­mata kiri dan satu gigi bagian bawahnya rontok.   

Kepada wartawan, korban men­jelas­kan, kejadian pada hari Sabtu (30/1) sekitar pukul 03.00 WIT. Pelaku meman­jat serta merusak jendela kamar rumah­nya, ketika korban sedang tertidur pulas. Setelah di dalam rumah, pelaku memadamkan lampu ­sehingga ­kondisi dalam rumahnya menjadi gelap. 

Korban terbangun dari tidurnya, ketika merasa ada yang mencoba memegang bagian daerah sensitifnya. Ketika terbangun, pelaku sudah duduk dihadapan korban sambil mengucapkan kata-kata bernada cabul.   Mendapat perlakuan tidak menyenangkan, kedua korban mencoba melawan pelaku. Namun karena kondisi fisik keduanya yang lemah, tidak bisa melawan pelaku.  “Belum sempat (perkosa). Dia (pelaku) tidak mabuk, karena saya tidak cium bau minuman (miras). Dia duduk di hadapan kami sambil berbicara mau setubuhi kami,” jelas korban di rumahnya, Sabtu (30/1). 

Merasa terancam, korban kemudian berteriak minta tolong. Pelaku yang ketakutan, akhirnya kabur dari dalam rumah korban melalui jendela awal pelaku masuk. Tetangga korban yang mendengar teriakan, mengira korban minta tolong karena sakit, langsung menghubungi salah stau petugas kesehatan di lingkungan tempat tinggal korban. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun wartawan di lokasi kejadian, ada warga sekitar yang kebetulan melintas, melihat pelaku berjalan keluar dari samping rumah korban. 

Imbas dari kejadian percobaan pemerkosaan tersebut, rumah terduga pelaku berinisial FM (33) di kawasan Jalan Cenderawasih Kaimana, Sabtu (30/1) siang digeruduk massa puluhan orang. Puluhan massa yang mendatangi rumah pelaku, diduga keluarga korban percobaan pemerkosaan di kawasan Jalan Sisir kompleks PDAM Kaimana.  Massa meluapkan emosi dengan mengobrak-abrik perabotan rumah. Massa yang datang tidak menemukan pelaku maupun keluarga pelaku karena telah mengamankan diri. Aparat kepolisian dari Polsek dan Polres Kaimana mendatangi tempat kejadian sehingga tidak terjadi pengrusakan lebih parah. 

Massa meminta Polisi untuk menuntaskan perkara percobaan pemerkosaan terhadap korban berinisial F (72) dan M (76). Kedua korban percobaan pemerkosaan merupakan wanita lanjut usia.  “Kami minta dengan hormat kepada pihak kepolisian untuk segera menindak pelaku sesuai dengan hukum yang berlaku. Kami tidak terima orang tua kami diperlakukan seperti ini,” tegas salah salah warga yang mendatangi rumah pelaku, Sabtu (30/1). 

Kapolsek Kaimana AKP. Munawar di hadapan massa menegaskan jika pelaku percobaan pemerkosaan telah diamankan di Polres Kaimana guna mempertanggung jawabkan perbuatannya.  “Saya Kapolsek Kaimana, pelaku sudah kami amankan dan saat ini sudah berada di Polres. Bapak-bapak bisa mengawal kasus ini, sehingga bisa mengetahui perkembangannya. Kasus ini tetap dituntut secara hukum, karena masalah ini sangat biadab,” tegasnya.  Setelah mendengar penjelasan Kapolsek Kaimana, massa membubarkan diri, kemudian menuju rumah salah satu sesepuh atau tokoh dari massa yang menyeruduk rumah pelaku percobaan pemerkosaan. (fat)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed