oleh

Kadisnaker Launching Program Vokasi BP Jamsostek

-Ekonomi-89 views

SORONG – Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Sorong Mesakh Yumame dengan resmi merilis program Vokasi BP Jamsostek, bertempat di Gedung Lembaga Pendidikan dan Ketrampilan (LPPK) Gideon, Rabu (1/7).    Program Vokasi yang dicetuskan ini diprioritaskan bagi peserta BP Jamsostek yang sebelumnya bekerja pada pemberi kerja namun terdampak oleh adanya covid-19 sehingga mereka harus dirumahkan.

 Program vokasi tersedia untuk jurusan operator komputer (admin), guding, bartending, menjahit, merias, ketrampilan berbahasa Inggris dan lain sebagainya. Selain mendapat dukungan penuh dari Disnaker, program ­V­okasi ini juga bekerja sama dengan LPPK Gideon sebagai pelaksana­nya.

  Kepala LPPK Gideon, Parsimin mengungkapkan, saat ini yang sedang berjalan adalah pelatihan operator komputer (admin) yang akan berlangsung selama 24 hari ke depan. Sementara untuk jurusan lainnya nanti akan menyusul. Metode pelatihan diterapkan secara langsung maupun secara tidak langsung dengan cara virtual.

  Selain teknis pelatihan standar berkaitan dengan jurusan yang dipilih, di LPPK Gideon para peserta juga akan dibekali dengan softskill. ”Mungkin di tempat kerja sebelumnya mereka belum paham tentang karakter pribadinya, nah disini mereka akan menggali power personality-nya. Supaya mereka tahu dimana kekuatan dirinya yang bisa lebih dikembangkan,” jelasnya.

  Sementara itu Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Papua Barat, Mintje Wattu mengatakan program vokasi di masa pandemi covid-19 lebih intens dilakukan. ”Saya melihat banyak karyawan yang di PHK akibat dampak dari covid-19. Untuk itu kami membuka vokasi ini dengan harapan para oeserta yang telah menyelesaikan program pelatihannya dapat bekerja baik mandiri atau disalurkan kedunia kerja, agar dapat bisa membangkitkan ­kembali roda perekonomian secara perlahan di Papua Barat,” kata Mintje Wattu.

  Kadisnaker mengungkapkan,dengan adanya program vokasi ini dapat dijadikan bekal dalam bentuk pengetahuan kompetensi. Sehingga dengan dasar ini bisa menciptakan SDM yang berkualitas untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja. ”Mereka bisa diandalkan karena sudah memiliki suatu kemampuan. Dengan ketrampilan yang dimiliki, nantinya perusahaan pasti akan membutuhkan mereka. Saya harap mereka harus bisa mengimplementasikannya dalam dunia ­kerja, apalagi mereka ini merupakan orang yang sebelumnya ­memang pernah bekerja, jadi tidak ragu untuk dipekerjakan kembali,” tutupnya. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed