oleh

Kadis Kesehatan : Di Pustu Urisa Ada Perawat

KAIMANA – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kaimana Arifin Sirfefa menegaskan jika di Puskesmas Pembantu (Pustu) Kampung Urisa hingga kini masih terdata ada petugas kesehatan yang bertugas.  Hal ini disampaikan olehya menanggapi pemberitaan terkait tidak adanya petugas kesehatan di Pustu Urisa, kurang lebih dua tahun karena tak lagi menjalankan tugas, sehingga pelayanan kepada masyarakat terabaikan.

“Urisa ada perawat, perawat tersebut merupakan tamatan dari Akper Manado. Ada bidan juga, yang kebetulan kawin (menikah,red) dengan warga Urisa. Mungkin saja ada kekurangan di Puskesmas induk, sehingga ditarik ke Puskesmas dan tidak disampaikan ke kepala desa. Seharusnya kepala Puskesmas sampaikan ke kepala desa bahwa kita ada pakai perawat karena kita juga butuh tenaga. Jadi bukan tidak ada petugas,” tegas Arifin kepada wartawan ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (8/6).

Menurut Kadis Kesehatan, pihaknya akan memanggil Kepala Puskesmas Tanusan untuk mengecek kebenaran informasi tersebut. Dia juga menjelaskan, seharusnya kepala Puskesmas harus tegas jika ada persoalan tersebut.

“Kalau ada persoalan tersebut, seharusnya diperintahkan kembali petugasnya tidak boleh lagi ditahan di Puskesmas induk,” jelasnya. Dalam keterangannya juga Kadis menyebutkan, jika dirinya merasa bingung kalau ada informasi soal tidak adanya pelayanan kesehatan karena tersedianya tenaga kesehatan di Pustu.  “Karena dua tahun itu waktu yang lama, yang saya tahu itu ada petugas. Sehingga akan kita cek lagi,” ujarnya.

Arifin menegaskan akan mengganti setiap kepala Puskesmas yang tidak pro aktif. Menurutnya Kepala Puskesmas harus tegas, apabila ada informasi terkait petugas meninggal Pustu atau tempat tugas.

“Akan kita lihat lagi kepala Puskesmas yang tidak aktif, akan kita ganti saja. Harus tegas, kalau petugas tinggalkan tempat tugas lama,” tegasnya lagi.Mantan Sekretaris Dinkes Kaimana ini juga menuturkan, pihaknya tidak semua tempat bisa dijangkau saat melakukan monitoring lapangan, karena keterbatasan anggaran.

“Kalau monitoring tidak semua tempat yang bisa kita datangi, karena kita butuh biaya. Sehingga ada informasi yang kadang tidak kita dapatkan,” pungkasnya. Diberitakan sebelumnya jika kurang lebih dua tahun sudah, masyarakat Kampung Urisa, Distrik Arguni Bawah, Kabupaten Kaimana tidak mendapat pelayanan kesehatan di Puskesmas Pembantu (Pustu). Pasalnya tenaga medis yang bertugas di Pustu tersebut, tidak lagi menjalankan kewajibannya tanpa alasan jelas. (fat)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed