oleh

Kadin PB Tolak Kendari Tuan Rumah Munas Kadin VIII

MANOKWARI-Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Papua Barat menolak penunjukan Kendari sebagai lokasi penyelenggaraan Musyawarah Nasinol (Munas) Kadin VIII.  Ketua  Umum Kadin  Papua Barat, Imanuel Yenu beralasan, Kendari-ibu kota Provinsi  Sulawesi Tenggara ini sebagai kota kecil yang terkendala transportasi maupun akomodasi hotel.

Keputusan penolakan Kota Kendari sebagai tuan rumah Munas VIII Kadin tersebut diputuskan dalam rapat yang dipimpin Imanuel Yenu dihadiri para pengurus Kadin Papua Barat maupun pimpinan Kadin kabupaten/kota  yang hadir secara tatap muka maupun virtual.

‘’Panitia dan Kadin pusat belum melakukan survey dan mengkaji kelayakan Kota Kendari sebagai tuan rumah Munas Kadin VIII,’’ ujar mantan anggota DPR Papua Barat ini pada jumpa pers, di Mansinam Beach Resort, Rabu (9/6).

Yenu menilai  bila tetap dipaksakan di Kendari yang kendala transporasi dan akomodasi dikuatirkan mempengaruhi kualitas Munas. Lagi pula, akan banyak peserta Munas yang akan hadir. ‘’Kita dari Papua Barat saja ada sekitar 100 orang yang  hadiri. Bagaimana dengan peserta dari provinsi dan kabupaten/kota lainnya. Kita tidak hanya berkumpul untuk memilih ketua, tetapi di sana kita akan bertukar informasi tentang potensi dan pengembangan usaha,’’ jelasnya.

Kadin  Papua Barat telah berkirim surat ke Panitia Munas VIII maupun Ketua Umum Kadin agar mengevaluasi penunjukan Kendari sebagai tuan  rumah. Yenu mempertanyakan pemindahan lokasi Munas VIII padahal Bali yang sebelum ditetapkan sebagai tuan rumah tiba-tiba dibatalkan.

Sebelumnya juga Kadin  Papua Barat telah mengiri surat ke Panglima Kodam XIV/Hasanuddin Nomor: B/1218/VI/2021, tanggal 7 juni 2021,tentang Permohonan Saran dan Pertimbangan Terkait kelayakan dan kesiapan Kendari sebagai tuan rumah pelaksanaan Munas Kadin VIII, terlampir.

Kadin Papua Barat berpandangan bahwa Penetapan Kota Kendari sebagai tuan rumah
Munas tanpa melalui survey dan kajian, Kendari yang dikategorikan sebagai kota kecil dan terbatas dari sisi, transportasi udara, darat, dan laut sehingga sangat berpengaruh terhadap kegiatan pelaksanaan Munas kadin Indonesia yang akan dihadiri oleh ribuan peserta.  Akomodasi, jumlah hotel di Kota Kendari yang masih sangat terbatas dilihat dari jumlah peserta yang dihadiri oleh ribuan orang akan berpengaruh pada daya tampung peserta Munas Kadin.

Dari sisi kesehatan, angka kasus Covid-19 di Kendari terus mengalami peningkatan kasus
baru, sehingga akan berpotensi terjadinya penularan terhadap peserta Munas. ‘’Oleh sebab itu
pelaksanaan Munas menjadi strategis dan berwibawa apabila dilaksanakan pada daerah
yang lebih siap sebagai tuan rumah Munas Kadin VIII,’’ tandas Yenu.

Masa bakti kepengurusan Kadin Indonesia yang diperpanjang selama 6 bulan akan
berakhir. Oleh sebab itu Kadin Papua Barat berharap bahwa Kadin Indonesia dapat
mempergunakan waktu yang tersisa dengan baik untuk melaksanakan Munas Kadin VIII.

‘’Kadin Papua Barat meminta Kadin Indonesia segera melaksanakan rapat pengurus lengkap untuk mengevaluasi tempat pelaksanaan Munas Kadin VIII di Kota Kendari, sesuai dengan mekanisme organisasi yang berlaku. Semua usul, saran dan pertimbangan yang disampaikan oleh Kadin Papua barat adalah semata-mata karena rasa memiliki dan kecintaan akan Kadin Indonesia,’’ imbuhnya.(lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed