oleh

Kabsor Mulai Belajar Tatap Muka

Belajar Tatap Muka di Kota Tunggu SK Wali Kota

SORONG – Sejumlah sekolah tingkat SD dan SMP di Kabupaten Sorong sudah melakukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) ­dengan sistem tatap muka terbatas. Meski pemerintah setempat telah mengizinkan, beberapa siswa masih bertahan dengan pembelajaran secara daring karena orang tua belum mengizinkan anaknya mengikuti pembelajaran tatap muka karena masih khawatir terhadap penyebaran Covid-19.

Pembelajaran tatap muka sudah dilakukan sejak Senin lalu, namun banyak juga sekolah yang baru menerapkan pembelajaran tatap muka pada Rabu (24/2), seperti di SD Inpres 13 Kabupaten Sorong. Salah seorang guru SD Inpres 13 Kabsor, Liberatus Kanduwmas,S.Ag mengatakan bahwa sekolah baru bisa melaksanakan pembelajaran secara tatap muka karena ada berbagai persiapan yang harus dilakukan oleh pihak sekolah. Hal-hal tersebut harus dilakukan untuk memastikan kesiapan pihak sekolah menghadapi pembelajaran tatap muka ini.

”Kami banyak lakukan persiapan sebelum pembelajaran tatap muka. Kami harus pastikan semua guru dalam keadaan sehat. Oleh karena itu itu kemarin kami baru saja mengikuti pemeriksaan rapid antigen, puji Tuhan semua negatif. Setelah itu baru kami memutuskan untuk pembelajaran tatap muka ini,” terangnya.

Selain memastikan kondisi kesehatan guru, persiapan lain guna menunjang pembelajaran tatap muka juga dipersiapkan dengan sangat matang, seperti menyediakan pendeteksi suhu, hand sanitizer, serta kran air mengalir lengkap dengan sabun cuci tangan. Untuk siswa, pihak sekolah juga mengimbau agar anak-anak membawa bekal dari rumah masing-masing.

Teknis pembelajaran tatap muka ini juga diatur sedemikian rupa untuk meminimalisir terjadinya penularan covid-19 di lingkungan sekolah. Durasi pembelajaran tatap muka terbatas hanya dibatasi maksimal 3 jam per shift. ”Disini kami bagi 2 shiif per kelas (shift A dan shift B) dengan jadwal belajar tatap muka hanya 2 kali seminggu. Durasi belajar maksimal hanya 3 jam, mulai jam 8.00, selesai jam 11.00. Setelah itu siswa dihimbau langsung pulang agar tidak saling berinteraksi dengan teman-teman lainnya. Penggunaan masker juga tidak boleh ditanggalkan selama proses belajar,” bebernya.

Beberapa kendala juga dialami baik oleh guru maupun siswa disana karena terbatasnya jam belajar. Selain itu pemadatan materi pembelajaran juga menjadi kendala tersendiri, karena harus ada standar materi yang perlu dituntaskan siswa dalam setiap bidang studi. ”Waktu belajar dipersingkat, materi dipadatkan, ini agak menjadi kendala juga. Karena kadang ada siswa yang belum paham sehingga kita harus mengulangi materi, padahal waktunya sangatlah minim. Jadi ini tantangan tersendiri bagi guru untuk mendidik siswanya,” ungkapnya.

Tak hanya kendala yang dialami, beberapa hal lucu juga mewarnai proses pembelajaran tatap muka. Setelah sekian lama tak ada pertemuan antara guru dengan siswa, hal ini membuat beberapa lupa pada gurunya, kelasnya, bahkan teman-temannya. ”Agak lucu juga sih, ada siswa yang baru masuk lupa kelasnya dimana, lupa gurunya siapa, bahkan lupa juga temannya, sehingga kita antarkan mereka ke kelas satu per satu, bertemu gurunya, kenalan lagi, jadi seperti siswa baru. Mungkin karena saat daring mereka kurang serius, kadang zoom tapi kameranya dimatikan, sehingga akhirnya saling lupa,” bebernya sedikit tertawa.

Ketika belajar, beberapa murid juga mengalami kendala saat mengerjakan tugas. Penyebabnya, kemungkinan karena selama belajar di rumah, tugas-tugas sekolah dikerjakan oleh orang tua. Sehingga ketika kembali ke sekolah dan siswa dituntut mampu mengerjakan soal secara mandiri, ini jadi permasalahan.

Liberatur juga menuturkan, meski SD Inpres 13 Kabupaten Sorong telah menerapkan pembelajaran tatap muka namun ada beberapa siswa yang masih bertahan pada pembelajaran daring, karena orang tua belum mengizinkan. Hal tersebut diperbolehkan namun tidak ada pembeda antara siswa yang belajar daring dengan belajar tatap muka, semua memiliki kewajiban dan tanggung jawab yang sama. ”Materi yang diberikan bagi siswa yang belajar tatap muka dengan siswa yang belajar daring disamakan, sehingga tanggung jawabnya juga disama ratakan. Disinilah peran orang tua juga berpengaruh sekali untuk mendampingi anaknya selama proses belajar,” kata dia.

Belajar Tatap Muka 

di Kota Belum Digelar, Tunggu SK Wali Kota

Belajar tatap muka di wilayah Kota Sorong belum digelar lantaran masih menunggu Surat Keputusan (SK) Wali Kota Sorong. Terkait hal ini, pihak SD Inpres 74 Malawei Kota Sorong melaksanakan rapat bersama orang tua murid guna meminta persetujuan belajar tatap muka dengan menandatangani surat persetujuan, Rabu (24/2).

Kepala SD Inpres 74 Malawei Kota Sorong, Petrus Wandamangalik mengatakan, usai menyelenggarakan rapat bersama Kepala Dinas Pendidikan Kota Sorong dimana sudah diputuskan oleh Wali Kota Sorong bersama TNI/Polri serta Dinas Kesehatan akan diselenggarakan belajar tatap muka, namun pelaksanannya masih menunggu SK Wali Kota Sorong. “Jadi, sambil menunggu SK Wali Kota Sorong, kami melakukan rapat bersama orang tua dengan tetap memperhatikan protokol Covid-19 dan kami sambil menyiapkan ruangan guru dan alat perlindungan diri bagi para siswa saat masuk kelas,” ujarnya.

Jadwal pembelajaran tatap muka nantinya juga dibatasi hanya 2 hingga 4 jam lamanya dan hanya dua kali tatap muka dalam seminggu yakni di hari Senin dan Sabtu. Selain itu, proses belajar mengajar juga menggunakan sistim shift, ada siswa yang belajar pukul 07.30 hingga 09.00 WIT,  kemudian shift kedua mulai pukul 09.00 WIT. “Misalnya dalam satu kelas itu ada 25 siswa, maka nanti kami bagi 12 ikut kelas pertama dan 13 iktu kelas kedua. Kami juga akan berikan jadwal nama-nama siswa yang ikut kelas pertama dan kelas kedua, sehingga tidak semua siswa datang di waktu yang sama,” kata Petrus seraya menambahkan mata pelajaran yang akan diberikan tidak dikurangi, yang dikurangi hanya waktu belajar. Berdasarkan informasi dari pengawas lanjut Petrus, kemungkinan pada 8 Maret 2021 belajar tatap muka mulai dilaksanakan. (ayu/juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed