oleh

Juara Pondok Natal Terima Hadiah

-Metro-1.490 views

SORONG-Dari pelaksanaan lomba Pondok Natal di Kota Sorong oleh panitia Natal, kemarin dilakukan pengumuman pemenang juara 1, 2 dan 3 berlangsung di Aula Samu Siret Kantor Wali Kota Sorong. Juara 1 untuk wilayah I yaitu Karmel (Puncak Arfak), juara 1 wilayah II dimenangkan oleh Bank Papua Cabang Sorong, sedangkan juara 1 wilayah III adalah  Bintang Timur (Kelurahan Malanu).

Kepada para pemenang  juara 1, 2 dan 3 dari wilayah 1, II dan III diberikan masing-masing piala kemudian uang pembinaan. Sementara itu juara favorit yang diperoleh  Samelas Wo mendapatkan piala tetap. Penilaian Pondok Natal dimulai 3 Desember 2018 hingga 31 Desember 2018 lalu dengan berbagai penilaian yaitu hiasan Pondok Natal serta jalan lingkungan tempat berdirinya pondok Natal tersebut.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Sorong, Drs. Ec Lambert Jitmau, MM  mengatakan,  Panitia Natal biasanya memiliki kegiatan dalam rangkaian Natal salah satunya penilaian Pondok Natal yang merupakan salah satu bentuk apresiasai dari Panitia Natal kepada masyarakat Kota Sorong.

“Kegiatan Pondok Natal yang digelar panitia tiap tahunnya adalah salah satu bentuk apresiasi kepada masyarakat Kota Sorong,” jelasnya kepada wartawan, Senin (14/1).

Sementara itu, Billy Faidiban perwakilan Juara 1 lomba Pondok Natal wilayah III, mengatakan, ia merasa senang sekali dengan kemenangan yang diraih, namun tentunya kedepannya ia bersama dengan teman-temanya akan terus memberikan yang terbaik.

“Ini kemenangan yang ke-2 kami sebelumnya memenangkan perlombaan Pondol Natal tetapi mendapatkan  juara 3,” tuturnya

Lanjutnya, proses pembuatan pondok Natal ini berlangsung selama 1 bulan lamanya, sebab ia bersama teman-temanya mengumpulkan dana untuk membangun Pondok Natal impian yang dibuat dari uang yang dikumpulkan. Pondok Natal ini terbuat dari kayu alami yang biasa disebut kayu buah dan atap terbuat dari rumput ilalang.

“Kami juga menambahkan berbagai hiasan lampu Natal dan dipastikan bisa bertahan hingga 1 tahun lamanya, selain itu, dana yang dikeluarkan kami mencapai Rp 1 juta yang kami kumpulkan bersama,” tuturnya.

Selain itu, pembangunan pondok Natal dilakukan bersama anak muda di sekitar lingkungan. Sebab dengan melibatkan anak muda dalam pembangunan pondok Natal, dapat berdampak baik agar tidak melakukan hal-hal yang negatif seperti mabuk-mabukan, pergaualan bebas dan lain sebagainya. 

“Kami melibatkan anak muda di kompleks kami, dari pada mereka terpengaruh ke pergaulan yang kurang baik,” imbuhnya.(juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed