oleh

Jual Satwa Langka, 2 Tersangka Diamankan

MANOKWARI – Penyidik Direktorat ­Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Papua Barat bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) mengamankan 20 satwa dilin­dungi  yang diperdagangkan secara ilegal di Sorong. Dari kasus ini diamankan dua orang tersangka berinisial AT dan TS.

Dirreskrimsus Polda Papua Barat, Kombes Pol Romylus Tamtelahitu membeberkan, pelaku mendapatkan satwa dilindungi sebagaian besar dari Raja Ampat. Kemudian, AT dan TS memperdagangkan satwa tersebut secara online. “Ada 14 ekor burung yang dijual secara online dari Raja Ampat, sedangkan sisanya 6 ekor dari Sorong,” ujar Dirreskrimsus kepada Radar Sorong, Jumat (4/6).

PMB OPBJJ-UT Sorong

Penyidik Ditreskrimsus melimpahkan penanganan kasus perdagangan satwa liar ini kepada BKSDA Sorong. Satwa liar yang diamankan sebagai barang bukti diantaranya, Nuri Kepala Hitam, Kakatua Hijau dan lainnya. 

Papua Barat memiliki keanekaragaman flora dan fauna yang sering menarik pihak tak bertanggungjawab untuk mengambil keuntungan.  Di sisi lain menurut Dirreskrimsus, penegakan hukum terhadap perdagangan ilegal satwa dilindungi ini masih sangat rendah. “Kemudian, sejak saya masuk (jabat  Dirresksrimsus), saya mulai membidik kegiatan terkait dengan perdagangan satwa dan dan tumbuhan langka secara ilegal. Kita semua tahu satwa itu dilindungi tidak diperdagangkan secara sembarangan,” tandasnya.

Ditreskrimsus bekerjasama dengan BKSDA akan terus melakukan penertiban dan pengawasan perdagangan tumbuhan dan satwa langkah (TSL). Dia pun mengingatkan kepada pihak yang mengambil keuntungan dari satwa langka, untuk menghentikan kegiatannya.

Tim Ditreskrimsus dan BKSDA lanjut Rommy, setiap saat akan turun lapangan untuk mengawasi dan penertibkan pihak yang memperjualbelikan satwa langka. “Fakta yang terungkap, mereka itu sudah sampai berani memperdagangkan satwa dilindungi ini secara online,” ucapnya.

Menurut Romy, pihak BKSDA sangat mendukung penertiban dan pengawasan ketat praktik perdagangan ilegal satwa dilindungi. “Selama ini mereka BKSDA banyak mendapatkan informasi terkait dengan penjualan satwa dilindungi. Dengan turunnya kita (polisi) melakukan pengawasan, ini merupakan langkah baik. Kita sama-sama satu visi melakukan pengawasan perdagangan satwa secara ilegal,” ucapnya.

Dua tersangka dan 20 satwa diamankan 2 pekan lalu. Penyidik Ditreskrimsus kemudian menyerahkan sepenuhnya kepada BKSDA untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan. “Penanganan kita limpahkan ke BKSDA di Sorong, kemarin,” tambahnya. (lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed