oleh

Jika Vaksin Banyak Mudaratnya, Pertimbangkan

Pemerintah Tidak Dianjurkan Paksa Masyarakat di Vaksin

SORONG – Kehadiran vaksin Sinovac di Provinsi Papua barat memunculkan pro dan ­kontra di tengah-tengah masyarakat. Khususnya umat muslim pun mempertanyakan kehalalan dari Vaksi asal China tersebut. Mengetahui hal tersebut, Sekertaris Majelis Ulama ­Indonesia (MUI) Kota Sorong, Agung Sibela mengungkapkan  MUI secara nasional telah mengakui kehalalan dan kesucian vaksin tersebut.

 Meskipun MUI secara nasional telah mengeluarkan pernyataan kehalalan dan kesucian Vaksin Sinovac tersebut dan jika pemerintah ingin menggunakan hasil keputusan MUI sebagai pegangan bahwa vaksin halal digunakan,  Agung Sibela menegaskan, agar pemerintah tidak memaksa masyarakat Indonesia untuk di vaksin apalagi dengan penerapan denda.

“Karena masing-masing masyarakat memiliki pertimbangan sendiri-sendiri terkait dengan manfaat dan mudarat. Kalau vaksin tersebut benar-benar memberikan jaminan bahwa setelah di vaksin tidak bermasalah baik dari segi kesehatan dan menjadi kekebalan dari Covid-19 maka itu sesuatu yang baik,”jelasnya kepada Radar Sorong, Senin (11/1).

 Namun, tambah Agung bila vaksin tersebut mendatangkan masalah baru, sehingga ia pun masih menunggu keputusan Alim Ulama secara global walaupun MUI secara nasional sebagai tempat berkumpulkan para ulama dari berbagai macam Ormas Islam telah mengeluarkan hasil bahwa vaksin halal dan suci.

 “ Tapi, ketika kita mengikuti perkembangan di lapangan dan berdasarkan pendapat ulama justru berkehendak agar keputusan tersebut bukan saja dari unsur vaksin tetapi manfaat dan mudaratnya yang harus ditinjau,”tandasnya.

 Artinya, meskipun vaksin tersebut halal tapi jika memiliki lebih banyak mudarat atau efek dan dampak yang lebih besar kepada manusia maka harus menjadi bahan pertimbangan. 

 Oleh sebab itu, meskipun ada pemberlakuan vaksin namun pemerintah dianjurkan tidak memaksakan masyarakat karena berdasarkan informasi yang ia ketahui, vaksin tersebut tidak menjadi jaminan bahwa seseorang akan terhindar dari Corona. Oleh sebab itu Agung mengimbau agar masyarakat perlu waspada terhadap kesehatannya dan ikuti pemberintaan yang terpercaya serta jangan percaya hoaks.

“Sebagai warga negara kita memang harus patuh kepada pemerintah, tapi sebagai pribadi yang ingin hidup bebas dalam arti kesehatan yang terjaga maka kita perlu waspada,”pungkasnya. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed