oleh

Jenazah ABK Ditemukan 300 Meter dari TKP

SORONG – Setelah melakukan pencarian tiga hari lamanya, ABK MS Papua 1 bernama Parkum yang lompat dari kapal, ditemukan oleh Tim SAR Sorong, Sabtu (28/11) siang. Parkum ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan terapung-apung di perairan sekitar pulau Salutun Selat Sele, sekitar 300 meter dari lokasi Parkum melompat.

“Korban kami temukan terapung kemudian kami amankan di pantai (pasir) agar memudahkan mengevakuasi korban dan dimasukan ke dalam kantong jenasah,” jelas Kasie Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Sorong, Hadi Susanto yang ditemui di Pelabuhan Perikanan, Sabtu (28/11).

Hadi menjelaskan, sebelumnya pihak Rescuer SAR yang menggunakan perahu penyelamatan 1 sedang melakukan penyisiran di hari ketiga. Sekitar pukul 10.00 WIT, pihaknya menemukan jenazah Parkum yang terapung-apung, selanjutnya jenazah dibawa ke pantai untuk mempermudah proses evakuasi. “Kami evakuasi dan berkoordinasi dengan Lantamal XIV. Pihak keluarga maupun perusahaan mengharapkan agar mayat tersebut dibawa ke Rumah Sakit Sele be Solu,” ungkapnya.

Dijelaskan, berdasarkan informasi yang diperoleh pihaknya, sebenarnya saat kejadian perompakan pada Kamis (26/11) sekitar pukul 04.30 WIT, ada dua orang yang menceburkan diri ke laut, hanya saja salah satunya dapat menyelamatkan diri ke tongkang.

Selama tiga hari pencarian ini sambung Hadi, pihaknya melibatkan 12 orang ABK dan Rescuer 10 orang. Tiga hari dalam proses pencarian juga banyak kendala yang dialami Tim SAR Sorong yakni gelombang, hujan, angin serta kabut di perairan Selat Sele. “Tapi kami tetap menjalankan tugas pencarian. Kami bahkan membangun posko di salah satu perusahaan di Distrik Seget,” pungkasnya. 

Sementara itu, Kadispen Koarmada III Kolonel Laut Drs. Abdul Kadir,M.A.P melalui rilisnya yang diterima Radar Sorong mengatakan,  Kapal Perang RI, KRI Madidihang-855 bersama kapal Basarnas KN Sorong-02 berhasil menemukan satu orang anak buah kapal motor TB Mas Papua-1, atas nama Parkum (40) dalam kondisi meninggal dunia di pesisir pantai Pulau Salutun Raja Ampat, tepatnya pada posisi 01°10’510”S -131°06’200”T, Sabtu (28/11) pukul 11.10 WIT. 

Komandan KRI Madidihang-855, Mayor Laut (P) Herry Prastyawan mengatakan, KRI Madidihang-855 sedang melaksanakan patroli keamanan laut di sekitar Selat Sele Perairan Sorong sisi selatan mendapatkan informasi awal tentang kejadian tersebut dari Mako Koarmada III. Saat berpapasan dengan KN SAR Sorong 02 yang sedang melaksanakan pencarian korban perkelahian di TB.Mas Papua-1 yang jatuh kelaut. KRI Madidihang-854 melaksanakan lego jangkar di selatan P. Salutun Genan pada posisi 01°11,804’ LS-131°06,303’ BT untuk membantu pencarian korban. 

“Tim RHIB KRI Madidihang-855 membantu penyisiran Tim Basarnas di area sekitar lokasi peristiwa tersebut. Pada pukul 11.10 WIT berhasil ditemukan mayat di pesisir pantai Pulau Salutun Pele pada koordinat 01°10’510”S -131°06’200”T. Korban, Tarkum usia 40 tahun, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di pinggir pantai Pulau Salutun Pele,” jelasnya.

Selanjutnya, korban dievakuasi ke KN SAR Sorong-02 untuk dilaksanakan identifikasi dan dipastikan korban tersebut merupakan personel dari TB. Mas Papua-1 yang jatih kelaut dua hari lalu, selanjutnya KN SAR Sorong 02 ber­gerak menuju Dermaga Peri­kanan Sorong. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed