oleh

Jenazah 4 Prajurit Dipulangkan

Mayjen Cantiasa : Kalau Dia Berani Memukul, Kita Harus Hancurkan Mereka

SORONG – Jenazah empat prajurit TNI-AD, Lettu Chb Dirman (Danposramil Persiapan Kisor), Serda Ambrosius Apri Yudiman, Praka Mohammad Dhirhamsyah, Pratu Sul Ansari Anwar, yang gugur saat Posramil Kisor Distrik Aifat Selatan Kabupaten Maybrat diserang puluhan orang, Kamis (2/9) dini hari, rencananya akan dipulangkan ke kampung halamannya masing-masing.  “Kita akan kordinasi dengan Kodam asal mereka, bagaimana supaya korban yang gugur dapat dikirim ke kampung halaman masing-masing,” kata Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, saat jumpa pers di Makodam Kasuari, kemarin.

PMB OPBJJ-UT Sorong

Pantauan Radar Sorong, jenazah 4 prajurit TNI-AD yang gugur dalam insiden penyerangan di Posramil Kampung Kisor Distrik Aifat Selatan, Kamis (2/9) malam sekitar pukul 22.55 WIT tiba di Makorem 181/PVT Kota Sorong. Dalam suasana penuh duka, iring-iringan 4 mobil jenazah yang tiba di Makorem, selanjutnya peti jenazah diusung dan disambut oleh anggota Korem  181/PVT dengan penghormatan senjata. Keempat jenazah  prajurit TNI-AD ini kemudian disemayamkan di Aula Makorem 181/PVT. 

Empat jenazah prajurit TNI_AD yakni Lettu CHB Dirman (Danposramil Kisor), Praka Muhammad Dhirhamsyah, Pratu Sul Asnyari Anwar dan Serda Ambrosius Apri Yudiman, dijadwalkan Jumat (3/9)  akan dipulangkan ke kampung halamannya masing-masing.  Diketahui bahwa para personil Posramil Kisor merupakan Satuan Bawah Kendali  Operasi (BKO) Koramil Persiapan Maybrat. Prajurit yang gugur berasal dari Kodam XIII/Merdeka yang membawahi Provinsi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo.   

Kepala Penerangan Korem  (Kapenrem) 181/PVT, Mayor Inf Puguh Prandono  menjelaskan, keempat jenasah dievakuasi dari Kabupaten Maybrat menuju Sorong menempuh perjalanan kurang lebih 4 jam. Direncanakan, keempat jenazah akan diberangkatkan dari Bandara DEO Sorong  pada Jumat (3/9) sekitar pukul 13.45 WIT ke tempat asalnya masing-masing.  Sesuai dengan kampung halamannya,  jenazah (Alm) Lettu CHB Dirman dipulangkan  ke Bima Nusa Tenggara Barat, jenazah (Alm) Praka Muhammad Dhirhamsyah ke Pangkep Sulawesi Selatan, jenazah (Alm) Pratu Sul Ansyari Anwar ke Sulawesi Selatan dan  jenazah (Alm) Serda Ambrosius Apri Yudiman dipulangkan ke Kalimantan Barat. ”Besok (hari ini,red) diawali dengan upacara militer di Korem 181/PVT, setelah itu bergeser ke Bandara DEO Sorong,” kata Kapenrem. 

Menyinggung tentang penghargaan kepada 4 prajurit yang gugur dalam tugas  berupa kenaikan pangkat (anumerta), Kapenrem mengungkapkan hal tersebut merupakan kewenangan pimpinan. Namun, karena dalam pelaksanaan tugas pastinya akan ada pertimbangan untuk prajurit yang gugur dalam pelaksanaan tugas.  Pasca kejadian yang cukup tragis  di Posramil  Kisor  Distrik Aifat Selatan Kabupaten Maybrat, Kapenrem yang ditanya apakah ada  penambahan pasukan , dikatakan untuk sementara belum ada.  Diakuinya 2 pleton pasukan ke Kodim Maybrat hanya untuk pengawalan. ”Kita fokuskan saat ini untuk memberangkatkan jenasah ke alamatnya masing-masing,”pungkas Mayor Inf  Puguh Prandono.

Seperti diketahui, publik dihentakkan dengan kejadian pembunuhan 4 prajurit TNI  yang bertugas di Pos Koramil Persiapan Kisor Kampung Kisor Distrik Aifat Selatan Kabupaten Maybrat, Kamis (2/9) dini hari sekitar pukul 03.00 WIT. Diduga kuat pelaku penyerangan Posramil yang menewaskan 4 prajurit TNI adalah kelompok sipil separatis bersenjata TPN OPM.

Selama ini, peristiwa yang melibatkan TPN OPM sering terjadi di wilayah Provinsi Papua, terutama Pegunungan Tengah. Di Papua Barat, peristiwa melibatkan TPN OPM baru kejadian penyerangan Posramil Persiapan Kisor yang menghentakkan. Sebelumnya ada peristiwa pembunuhan terhadap anggota Brimob Polda Papua Barat yang sedang tidur di mess salah satu perusahan kayu di Kabupaten Teluk Bintuni.

Pangdam XVII/Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa menyampaikan duka cita atas gugurnya para prajurit sebagai kusuma bangsa dalam melaksanakan tugas di tanah Papua. Secara tegas Cantiasa menyatakan pelaku pembunuhan 4 prajurit TNI adalah kelompok separatis teroris. Kelompok ini menyerang Posramil menggunakan senjata tajam.

Empat anggota TNI yang gugur Lettu Chb Dirman (Danposramil Persiapan Kisor), Serda Ambrosius Apri Yudiman, Praka Mohammad Dhirhamsyah, Pratu Sul Ansari Anwar. Dua prajurit luka terkena sebetan parang, Sertu Juliano Askusriandi dan Serda Imanuel Wenatubun. Sedangkan 5 personel Posramil Persiapan Kisor dalam kondisi aman dan selamat. Menyikapi kasus  penyerangan Posramil Kisor, Pangdam Kasuari telah melakukan langkah-langkah, di antaranya memerintahkan Danrem 181/PVT untuk melakukan pengejaran terhadap para pelaku berjumlah lebih dari 30 orang.

Saat jumpa pers di Makodam Kasuari, Kamis (2/9) siang, mantan Danjen Kopassus tak bisa menyembunyikan kegeramannya dengan menggebrak meja. “Saya perintahkan untuk melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Kalau dia berani memukul kita harus hancurkan mereka,” tegas Pangdam dengan suara meninggi sambil memukul meja. Personel TNI yang diturunkan untuk melakukan pengejaran para pelaku, dikerahkan 2 pleton Pamrahwan, anggota polisi. Dandim Maybrat, Kapolres dan perwira TNI, Polri juga telah berada di TKP.

Pangdam menambahkan, dirinya juga telah berkoordinasi dengan Kapolda Papua Barat untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku serta tetap menciptakan rasa aman di tengah masyarakat. Walau ada kejadian pembunuhan terhadap 4 prajurit TNI, masyarakat diminta tetap tenang beraktivitas.

Komunikasi juga dilakukan dengan Bupati Maybrat Bernard Sagrim. Bupati telah meninjau tempat kejadian perkara (TKP). Pangdam menegaskan, dirinya menjamin keamanan wilayah Provinsi Papua Barat. “Sejak saya dapat SK di  sini, saya sudah bersumpah untuk menjaga keamanan dan melaksanakan kegiatan pembinaan masyarakat. Saya sampaikan ke Pak Bupati untuk tenangkan masyarakat di sana (Maybrat). TNI akan hadir di sana untuk tetap menjaga situasi kamtibmas tetap terjaga,” imbuhnya.

Pangdam mengatakan TNI sedang melakukan identifikasi kemana arah para pelaku melarikan diri. Pangdam menegaskan tak ada senjata milik prajurit TNI  yang hilang atau dirampas dari kejadian ini. “Pada intinya mereka itu (pelaku) merupakan kelompok-kelompok yang berseberangan dengan TNI,” imbuhnya.

Jenderal bintang dua ini menuturkan, pihaknya juga sedang melakukan investigasi ke dalam, meminta keterangan terhadap prajurit yang selamat. Dari keterangan prajurit yang selamat diharapkan dapat diketahui secara jelas proses penyerangan. “Ini juga sebagai bahan evaluasi untuk kita mengambil langkah-langkah ke depan,” tambahnya.

Selama ini menurut Pangdam, situasi di Provinsi Papua Barat aman, damai dan kondusif. Pengembangan satuan yang dilakukan TNI sebagai bagian dari pemekaran wilayah. Pembentukan Koramil Persiapan sebagai bentuk hadirnya negara di tengah masyarakat. “TNI hadir di pelosok untuk menciptakan rasa aman dan juga melakukan pembinaan-pembinaan kewilayahan,” ujarnya.

Posramil Persiapan Kisor berdiri sejak tahun 2019. Selama ini keberadaanya diterima dengan baik oleh masyarakat. Para personel yang berasal dari Kodam XIII/Mereka telah melakukan pembinaan. “Anggota Posramil diterima dan tidak pernah menyakiti rakyat. Pada bulan Agustus melaksanakan beberapa kegiatan, seperti pembuatan lapangan voli, perbaikan gereja, pembuatan MCK, pembuatan taman bermain,” tambahnya. (juh/lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed