oleh

Jenasah Covid-19 Dimakamkan di Lahan Sengketa

-Metro-91 views

SORONG– Pemilik hak ulayat, Absalon Malaseme, melakukan pemalangan lahan makam jenasah Covid-19, hal ini dikarenakan belum adanya ganti rugi hak ulayat oleh Pemerintah Kota Sorong dan lahan makam seluas 22 hektar tersebut masih menjadi sengketa dua marga yakni Malaseme Klaum dan Marga Malibela Klawalu.

Absalon Malaseme menjelaskan selain lahan tersebut masih bersengketa, hal yang tidak terduga lainnya adalah Pemerintah Kota Sorong secara diam-diam mengeluarkan sertifikat tanpa menyelesaikan sengketa tanah antara kedua marga. Oleh karena itu, pihaknya meminta agar adanya penbayaran ganti rugi atas lahan tersebut.

PMB OPBJJ-UT Sorong

“Kami meminta ganti rugi lahan makam itu, tetapi untuk saat ini belum ada kesepakatan harga yang pasti,”jelasnya, kemarin.

Diakui Absalon awal  pembukaan lahan makam ini, tidak ada koordinasi antara Pemerintah Kota Sorong dengan  pemilik hak ulayat. Absalon justru mengetahui setelah melihat kontraktor  sedang melakukan pembuatan jalan ke makam, dan sempat terjadi pemalangan.

“Selanjutnya, dilakukan pertemuan di tahun 2020 dengan Wali Kota Sorong di gedung Samu Siret namun hingga kini belum ada tindak lanjut. Yang hadir dalam pertemuan tersebut, adalah saya yang mewakili keluarga  Malaseme, kemudian perwakilan Keluarga Malibela Klawalu serta Dewan Adat Kota Sorong,”ungkapnya.

Dalam pertemuan tersebut, Absalon dikejutkan bahwa lahan makam Covid-19 sudah memiliki sertifikat atas nama Pemerintah Kota Sorong. Maka, sebagai pemilik hak ulayat dirinya merasa haknya telah dirampas dan dijarah

Diakui Absalon, selain melakukan pemalangan lahan makam, dirinya juga meminta Pemerintah Kota Sorong melunasi Imtek atau air bersih yang diambli dari Kali Warsamson  seluas 1 hektar dan ditampung di Bukit Cinta, Bambu Kuning jalan Sorong-Makbon, hingga saat ini Pemerintah Kota Sorong belum melunasi atau tersisa kisaran Rp 2 miliar.

“Kami tuntut 3 hal yakni pertama makam kuburan Covid-19, kedua Imtek dan ketiga adalah TPU Km 10 yang sudah hampir penuh, dimana seharusnya Pemerintah Kota Sorong jika ingin benar-benar kerja untuk membangun Kota Sorong, maka lokasi tanah makam diratakan terlebih dahulu, selanjutnya dibuat makam,”pungkasnya. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed