oleh

Jempur Pasti Dikarantina !

SORONG – Beredarnya pemberitaan yang menyatakan Jembatan Puri sebagai zona merah dan akan dikarantina, beberapa perwakilan masyarakat yang mengatasnamakan warga Jembatan Puri berniat membuat laporan polisi kepada pihak yang bewajib terkait pemberitaan Jempur sebagai zona merah.

Hal tersebut langsung ditanggapi Wali Kota Sorong Drs.Ec. Lambert Jitmau,MM dengan memanggil oknum masyarakat tersebut dan mengatakan bahwa yang seharusnya dilaporkan adalah dirinya yang mengeluarkan pernyataan Jembatan Puri Zona Merah bukannya wartawan sebab wartawan hanya mengeluarkan apa yang ia sampaikan. 

“Mereka katanya melaporkan wartawan tentang pemberitaan zona merah, saya bilang jangan lapor wartawan tapi laporkan saya karena yang tetapkan Zona Merah dan karantina itu saya sebagai Wali Kota Sorong dan wartawan menulis itu sesuai apa yang dikatakan oleh Wali Kota,” kata Lambert Jitmau kepada wartawan usai bertemu dengan perwakilan masyarakat Jembatan Puri di Aula Samu Siret Kantor Walikota Sorong, Selasa (19/5).

Lambert menegaskan, daerah Jembatan Puri (Jempur) pasti dikarantina dan wilayah Jempur ditetapkan sebagai Zona Merah. Lambert pun menyuruh agar oknum masyarakat tersebut untuk menunggu karena wilayah Jempur tetap akan dikarantina, namun semua akan diatur sesuai dengan mekanisme. “Karantina bisa 3 hingga 4 hari. Setelah itu kami harus mendirikan posko di area Jembatan Puri kemudian petugas pun harus dibenahi. Dan di area Jembatan Puri harus dibuatkan dua jalur dimana ada jalur masuk dan jalur keluar. Untuk jalan masuk, harus disiapkan petugas kesehatan untuk melakukan rapid tes kepada pengunjung maupun penjual. Sedangkan untuk jalur keluar yah masyarakat tinggal jalan keluar,” jelas Lambert.

Menanyakan terkait kompensasi bagi para pedagang yang akan terdampak bila dikarantina selama 4 hari, karena yang dikhawatirkan masyarakat adalah pendapatan selama masa karantina nanti, Lambert menyatakan apa masyarakat hanya sayang uang dan tidak sayang nyawa. Sebab, apa yang pemerintah lakukan tentunya demi kebaikan masyarakat. “Pesawat saja di tutup kok, apalagi Jembatan Puri, maka harus karantina. Jangan bicara lainnya lagi nanti akan kami pikirkan. Mau bagi sembako juga kok takut,” tandasnya.

Sementara itu, Wakapolres Sorong Kota, Kompol Hengky K Abadi,S.IK mengatakan hingga kini belum ada laporan terkait pemberitaan Jembatan Puri zona merah. Wakapolres mengatakan, siapapun bisa melapor ke polisi, akan tetapi kepolisian memiliki tahapan untuk menindaklanjuti laporan tersebut. Yakni, pertama dilakukan penyelidikan awal dan bilamana ada unsur pidana akan ditingkatkan menjadi penyelidikan. “Tapi, kalau dalam proses penyelidikan awal tidak kita temukan tindak pidana maka kita tidak bisa lanjutkan. Pun demikian selain tidak ditemukan tindak pidana, ada yang namanya masuk didalam ranah lex specialis yang bukan kewenangan Polri. Misalnya UU Pers, karena di dalam UU pers dijelaskan kalau ada yang merasa dirugikan maka itu ada mekanismenya sendiri,” pungkasnya. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed