oleh

‘Jembatan Puri Harus Dikarantina’

SORONG – Wali Kota Sorong, Drs Ec Lambert Jitmau, MM menetapkan Jembatan Puri (Jempur) sebagai zona merah. Hal tersebut dikarenakan kasus positif Coronavirus Disease-2019 (Covid-19) terbanyak ada di kompleks Jembatan Puri tepatnya di Jalan Perikanan, dan untuk memperkecil penyebaran virus corona, maka Jembatan Puri harus ditutup untuk dikarantina.

Wali Kota mengatakan, pihaknya sudah menyepakati bahwa karena sebagian besar kasus positif virus corona di Kota Sorong berada di Jalan Perikanan Kompleks Jembatan Puri, sehingga ditetapkan sebagai zona merah (Kawasan Merah) yang harus dikarantina. Bila perlu, pasar ikan Jembatan Puri ditutup untuk memperkecil penyebaran virus corona.

“Karena daerah itu paling ramai dan masyarakat paling padat, sebab penyebaran virus corona ini mengikuti pergerakan manusia dan virus corona ini mempunyai kemampuan batas waktunya jika masyarakat tenang maka virus akan selesai,” jelasnya kepada wartawan usai melakukan rapat Forkopimda di Aula Samu Siret, Minggu (17/5).

Lambert meminta masyarakat menjaga lingkungan, menjaga jarak dan jangan berkumpul. Kalau bisa, ibadah pun dilakukan di rumah. Pihaknya pun akan melakukan sosialisasi di Jembatan Puri. “Karena saat ini jumlah kasus Covid-19 Jembatan Puri paling dominan sehingga saya tetapkan sebagai zona merah,” tandasnya.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Sorong, Ruddy R Laku menyampaikan perkembangan Covid-19 di Kota Sorong dimana pada Minggu (17/5) pihaknya menerima hasil pemeriksaan enam sampel yang di kirim  Balitbangkes Makassar untuk dilakukan pemeriksaan swab 6. Dari enam sampel, dua diantaranya positive Covid-19, sedangkan 4 sampel lainnya negative. “Kami sudah mengumumkan 12 sampel positif Covid-19 (Pada Sabtu,red) dan dua sampel tambahan yang positif, yaitu milik R jenis kelamin perempuan (39) alamat di Jalan Perikanan, kemudian MA jenis kelamin laki-laki (43) juga beralamat di Jalan Perikanan. Jadi total warga Kota Sorong yang positif Covid-19, per hari ini (Minggu) tanggal 17 Mei 2020 sebanyak 30 orang,” tuturnya.

Dibeberkannya, 12 positive Covid-19 yang dirilis pada Sabtu (16/5), satu sampel merupakan sampel lama dan 11 kasus positive Covid-19 baru. 12 orang tersebut yakni laki-laki berinisial MU (18) yang berdomisili di Kelurahan Malanu, LE (41) beralamat di Jalan Perikanan, R (52) alamat Jalan Perikanan, RA (18) alamat Jalan Perikanan, T (19) alamat Jalan Perikanan, AK (19) alamat Jalan Perikanan, MZS (12) alamat Jalan Perikanan. Perempuan berinisial SH (18) alamat Jalan Perikanan, M (52) alamat Jalan perikanan, N (31) alamat Sorong Barat, M (29) alamat Sorong Barat, dan sampel yang lama berinisial RA (26).

Dikatakan, berdasarkan update terbaru Covid-19 Kota Sorong, jumlah orang tanpa gejala (OTG) sebanyak 88 orang. ODP sebanyak 174 orang, yang telah selesai pemantauan sebanyak 134 orang dan masih dalam proses pemantauan sebanyak 40 orang.  Sedangkan PDP berjumlah 36 orang, yang selesai pengawasan 31 orang dan masih dalam proses pengawasan 5 orang. 

“Meninggal dunia 8 orang. Hasil pemeriksaan negatif 116 sampel dan hasil pemeriksaan positif 30 sampel. Tim Surveillance juga telah melakukan pemeriksaan rapid tes untuk memetakan penyebaran Covid-19 di Kota Sorong sebanyak 707 orang. Dari hasil pemeriksaan rapid tes, yang reaktif 18 orang dan negatif 689 orang,” jelasnya. 

Ditambahkan Ruddy, total orang yang diisolasi di Gedung Diklat Kampung Salak berjumlah 31 orang, namun karena ada 3 orang yang sudah dikeluarkan dari tempat isolasi sebab tidak menunjukkan gejala lagi, maka total orang yang masih diisolasi sebanyak 28 orang.  “Tiga orang yang sudah dipulangkan karena tidak menunjukkan gejala lagi, dua diantaranya PDP berinisial SM dan CY dan satu OTG inisial LH. Jadi yang masih diisolasi sebanyak 28 orang,” bebernya. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed