oleh

Jembatan Kamundan Dipalang

-Metro-379 views

Dibuka jika Sudah Ada Penyelesaian 

SORONG-Menindaklanjuti tuntutan ganti para pemilik hak ulayat di wilayah pembangunan

jembatan di Kali Kamundan Tengah (Wilayah III Sorong), masyarakat pemilik hak ulayat kemarin (30/10) melakukan pemalangan.

“ Sebenarnya kami tidak ingin melakukan hal ini, tetapi pemerintah dan pihak terkait yaitu Satker pembangungan jalan dan jembatan di wilayah III Sorong, tidak ada tindak lanjut dari tuntutan kami. Sehingga hari ini (kemarin) kami lakukan pemalangan,” terang Perwakilan Marga Sewia, Amandus Bame kepada Radar Sorong melalui selulernya semalam (30/10).

Ia menegaskan, dari pemalangan yang dilakukan adalah yang terakhir, karena palang tersebut tidak akan dibuka jika belum ada realisasi atau niat baik dari Pemprov Papua Barat melalui instansi teknis. Menurutnya, pemilik hak ulayat sudah terlalu sabar, mengingat tuntutan yang disampaikan sudah dari tahun 2018 namun tidak ada realisasi.

Tuntutan dari pemilik hak ulayat juga cukup beralasan, mengingat terdapat pembangunan yang melintas di wilayah adat. Selain itu pembangunan yang dilakukan juga mengakibatkan kerugian cukup besar pada masyarakat adat, mengingat ada sungai atau kali yang tertimbun. Padahal daerah tersebut merupakan tempat penghidupan masyarakat.

Menurut Amandus, memang benar pembangunan jalan Trans Papua Barat maupun jembatan adalah untuk pembangunan, namun hendaknya hak-hak masyarakat adat jangan diabaikan. Terlebih Papua, termasuk Papua Barat, memiliki Undang-Undang Otonomi Khusus sehingga sudah menjadi tanggung jawab pemerintah untuk melindungi dan mengutamakan masyarakat adat.

“Sesuai janji kami, dan seperti yang kami sampaikan di media, kami akan lakukan pemalangan. Hari ini (kemarin) sudah dipalang. Jadi kami tidak akan buka jalan ini sampai ada kejelasan. Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui instansi teknis tidak menghargai kami masyarakat adat, jadi jangan salahkan kami yang melakukan pemalangan. Jangan karena dipalang terus ada pembicaraan, tapi tidak ada realisasi atau penyelesaian. Akan kami buka setelah ada penyelesaian,”tegasnya. (rat)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed