oleh

Jelang Ramadan, Tangkas Sepi

Peziarah TPU Tak Begitu Ramai

SORONG – Hari libur terakhir sebelum memasuki bulan suci Ramadan 1442 Hijriah, kunjungan wisata ke pantai Tanjungkasuari pada Minggu (11/4) nampak sepi bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. 

Pantauan Radar Sorong mulai pukul 11.00 WIT hingga pukul 15.00 WIT, pengunjung Tanjung Kasuari berkisar ratusan saja, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang mencapai ribuan pengunjung. Meski kasus Covid-19 masih terus bertambah di Kota Sorong, masyarakat nampaknya sudah terbiasa bahkan mungkin menganggap biasa, sebab kesadaran penggunaan masker saat ditempat keramaian masih sangat minim.

Pengelola Tanjung Kasuari, Hasan menjelaskan antusias masyarakat saat berkunjung ke Tanjung Kasuari sangat berkurang sekali, bahkan kunjungan kali ini sama seperti kunjungan di hari Minggu biasa. Padahal hari Minggu ini merupakan Minggu terakhir memasuki bulan Suci Ramadan. Padahal, tahun-tahun sebelumnya menjelang bulan Suci Ramadan, antusiasi masyarakat sangat besar. “Mungkin karena pandemi Covid-19, yang mengakibatkan menurunnya ekonomi di masyarakat. Sehingga ketika masyarakat yang ingin berekreasi pun berpikir karena harus membawa uang, baik untuk membayar pos dan membeli makanan,” ucapnya dalam bincang-bincang dengan Radar Sorong, kemarin.

Hasan membandingkan pendapatan tahun-tahun sebelumnya menjelang bulan suci Ramadan atau setelah Lebaran, dimana ia bisa mendapatkan uang masuk ke Tanjung Kasuari sebesar Rp 10 juta hingga Rp 15 juta. Tapi kali ini, untuk mendapatkan Rp 5 juta saja sangat sulit. Sepinya pengujung bukan karena kondisi cuaca yang sedang hujan, karena di tahun-tahun sebelumnya meskipun hujan tetap ramai pengunjung. “Kondisi seperti ini yah kami mau bagaimana lagi. Karena, pandemic juga sehingga masyarakat juga kurang berminat untuk bersantai. Sangat sulit sekali sekarang, Rp 5 juta saja kami sulit dapatkan. Ini saja puncak keramaiannya mulai pukul 11.00 WIT hingga 15.00 WIT, tapi sekarang sudah pukul 13.30 WIT masih sepi,” ujarnya.

Pengelola wisata pantai memiliki berbagai macam besaran uang masuk, khususnya Tanjung Kasuari, pengunjung pun dikenakan biaya masuk berdasarkan jenis kendaraan yang dibawa. Misalnya, pengunjung menggunakan truk atau bus Rp 100 ribu, mobil (roda empat) Rp 50 ribu dan bagi pengguna motor Rp 20 ribu. Diakui Hasan, saat ini di Tanjung Kasuari memiliki beberapa fasilitas tambahan seperti kamar bilas dan payung-payung sebagai hiasan guna memperindah Tanjungkasuari.

Sementara itu, akhir pekan jelang Ramadan, TPU yang biasanya padat peziarah kini tak seramai tahun-tahun sebelumnya. Pantauan Radar Sorong di TPU Jalan Damai, Minggu (11/4) tak banyak peziarah yang menyambangi makam kerabatnya. Sepinya TPU jelang Ramadan tahun ini diakui salah seorang peziarah bernama Neti.

Menurutnya, kondisi seperti sudah terjadi dalam 2 tahun terakhir sejak adanya pandemi Covid-19. Meskipun demikian, ia bersama keluarga masih tetap rutin berziarah saat sebelum memasuki momen Ramadan. “Ziarah sekarang sudah tidak seramai tiga atau empat tahun sebelumnya, sejak ada pandemi jadi agak sepi, Mungkin orang takut dan sebagainya, jadi mereka lebih pilih kirim doa dari rumah saja. Tapi kalo di keluarga saya, kami tetap rutin ke sini karena sudah jadi tradisi sebelum puasa kita tengok makam orang tua dan keluarga,” kata Neti.

Ia menilai tak menjadi sebuah keharusan bagi keluarga yang masih hidup datang mengunjungi makam, jika memang ada wabah pandemi yang dikhawatirkan akan mempengaruhi kesehatan peziarah, maka kirim doa bisa dilakukan dari rumah. “Sebenarnya kan doanya yang dibutuhkan, jadi tidak wajib juga ke makam. Tapi kalaupun mau datang ziarah atau mungkin bersihkan makam sekalian, menurut saya ya boleh juga, tidak dilarang. Semua kembali ke masing-masing orang, sesuai dengan tradisinya juga,” ungkapnya.

Serupa dengan penuturan Neti, peziarah lain bernama Handri mengatakan bahwa tahun ini memang peziarah tak begitu ramai.  “Saya sudah 6 tahun terakhir rutin ziarah ke makam orang tua sebelum Ramadan. Biasanya kalau sudah kurang seminggu sebelum puasa, TPU udah ramai, di atas makam sudah banyak bunga-bunga yang masih segar tandanya sudah didatangi keluarga. Tapi Ramadan tahun ini agak jarang, Ramadan tahun kemarin juga termasuk agak sepi sih,” ucapnya. (juh/ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed