oleh

Jelang New Normal Pendapatan Pedagang Belum Stabil

-Ekonomi-88 views

SORONG – Jelang new normal seperti yang ramai dibicarakan banyak orang, pendapatan pedagang dan sejumlah pebisnis di bidang makan dan minum masih belum stabil. Hal ini juga dirasakan salah seorang pemilik warung bakso di kompleks Toko Yohan.
Pemilik warung yang enggan namanya dikorankan mengatakan, sejak awal pandemic penurunan omset merosot ­hingga 50 persen. Kondisi tersebut bahkan masih berlangsung dan dirasakan hingga saat ini.
”Ya pastinya kami ikut terdam­pak­ juga. Omset kita turunnya jauh sekali. Bisa sampai 50 persen jika dibandingkan dengan saat sebelum corona. Bahkan sampai sekarang juga omset belum stabil lagi,” ungkapnya saat ditemui Radar Sorong di warungnya tersebut, Selasa (16/6).
Diakuinya, pendapatan di warung sebelum adanya pandemi cukup lumayan. Berada di kisaran angka Rp 7.000.000 hingga Rp 8.000.000 per harinya. Namun terpukul mundur akibat pandemi covid-19 yang merebak di Kota Sorong. Saat ini pendapatannya hanya sekitar Rp 4.000.000 saja per hari.
Menurutnya, sejak pandemi yang juga diperparah dengan adanya edaran pemerintah terkait aturan tidak diperbolehkannya pengunjung makan di tempat membawa dampak yang besar bagi pelaku bisnis ­seperti dirinya.
”Karena pemerintah melarang kami untuk mengizinkan pembeli makan di tempat ya berpengaruh juga. Tidak berarti pembeli juga mau memaklumi aturan tersebut. Faktanya banyak calon pembeli yang ingin makan di warung tetapi karena kami tidak mengizinkan, ya akhirnya mereka malah tidak jadi beli,” jelasnya.
Kendati demikian, sekian persen pembeli dalam jumlah ­kecil masih tetap ada yang memaklumi dan memilih untuk membungkus makanannya.
”Tetap ada juga pembeli yang mengerti, terus akhirnya masih mau membeli bakso meskipun harus di bungkus,” kata dia.
Tak banyak memberikan keterangan, dirinya hanya berharap agar keadaan kembali stabil dan masyarakat bisa ­beraktivitas dengan aman dan lebih leluasa lagi. Sebab kestabilan aktivitas yang bisa dilakukan oleh masyarakat secara ­otomatis akan memutar kembali roda perekonomian. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed