oleh

Jelang Lebaran, Toko Furniture Sepi

-Ekonomi-201 views

SORONG – Momen perayaan hari raya Idul Fitri ditengah masa pandemi COVID-19, membuat toko furniture tak seramai momen hari raya pada tahun-tahun sebelumnya. Hal ini tentu saja merupakan dampak dari kemerosotan perekonomian banyak masya­rat akibat terjamah penyebaran pandemic Corona. Salah satu toko furniture di Kota Sorong, Sagita Furniture tampak sepi. Terlihat begitu banyak produk-produk yang masih belum bertuan alias belum laku.
Benar saja, salah seorang karya­wan Sagita Furniture bernama Ros mengungkapkan bagaimana keadaan furniture-nya saat ini. “Jujur saja saat ini memang lagi sepi, tetapi puji Tuhan, penjualan masih tetap ada,” ungkapnya kepada Radar Sorong, Senin lalu (18/5).
Dikatakannya, menjelang hari raya lebaran bukan peningkatan tetapi justru penurunan. Menurutnya, masyarakat mungkin tidak terlalu terfokus untuk membeli kebutuhan furniture dan lebih mengutamakan kebutuhan pangan sehari-hari.
Diakuinya, pengalaman di tahun-tahun sebelumnya jelang hari raya seperti sata ini, toko pasti selalu ramai. Banyak pelanggan datang untuk membeli furniture baru, terutama sofa.
“Biasanya kalo mau hari raya toko ramai. Kebanyakan orang beli sofa untuk digunakan saat hari raya. Tetapi kali ini sepi. Penjualannya memang tetap ada hanya saja memang terjadi penurunan. Bahkan penurunannya tetbilang cukup drastis,” bebernya.
Lebih jauh dikatakannya, semenjak pandemi menyerang Kota Sorong, produk yang paling banyak terjual dari toko Sagita Furniture adalah kasur. Kasur terlaris tersebut datang dari merek Olympic. Menurutnya, selain harganya yang masih terjangkau, produk olympic juga sudah banyak dikenal bagaimana kualitasnya.
Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, sebelum hari raya Sagita Furniture biasanya memberikan diskon. Diskon tersebut diberikan dalam bentuk potongan harga di setiap pembelian produk di Sagita Furniture. Besaran potongan harga yang diberikan juga bermacam-macam tergantung produk yang dibeli. “Tidak ada minimal transaksi, setiap pembelian produk selalu kami memberikan potongan harga Dan kami kasih harga spesial untuk pelanggan,” kata Ros.
Pelanggan Sagita Furniture yang sebelumnya imbang berasal ­dari instansi dan rumah tangga, kini lebih didominasi oleh instansi atau perkantoran.
“Selama ­corona ini pembelian dari rumah tangga cenderung berkurang. Paling banyak dari perkantoran, dan biasanya dalam jumlah banyak,” sambungnya.
Sementara untuk pembelian produk dari rumah tangga dikatakan terjadi penurunan drastis. Menurutnya, jangankan untuk membeli furniture. Bahkan untuk makan sehari-hari saja mungkin masyarakat masih kesulitan.
“Saya rasa inilah yang mungkin menjadi alasan. Sehingga kebutuhan masyarakat untuk memiliki furniture akhirnya harus terpending dulu,” kata dia.
Ros berharap, keadaan pandemi seperti saat ini akan segera berlalu sehingga perputaran perekonomian masyarakat bakal kembali normal. “Sama seperti banyak orang, harapan saya hanya semoga keadaan ini segera sekesai., Corona segera pergi. Supaya keadaan ekonomi juga kembali stabil,” tutupnya. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed