oleh

Jaring Aspirasi, DPD-RI Kunker di Pemkot Sorong

SORONG – Wali Kota Sorong,Drs.Ec Lambert Jitmau,MM beserta Forkompinda menerima kunjungan kerja DPD RI di Kota Sorong dengan agenda menyerap aspirasi masyarakat dan daerah serta pengawasan dalam masa pemulihan ekonomi akibat Covid-19.  ”Atas nama Pemerintah Kota Sorong, saya mengucapkan selamat datang kepada Ketua DPD RI beserta rombongan di Kota Sorong. Inilah kota kecil kami yang menjadi entry point, masuk dan keluar provinsi Papua Barat dan tanah Papua. Kiranya kehadiran bapak-ibu anggota DPD RI dapat memberi angin segar bagi pemulihan ekonomi akibat Covid-19 di Kota Sorong,” kata Wali Kota Sorong dalam sambutannya, semalam (1/2).  

Lamber menjelaskan, langkah strategis penguatan ekonomi Kota Sorong yaitu mempertahankan stabilitas lapangan usaha yang memiliki peranan besar terhadap perekonomian Kota Sorong, namun memiliki kesempatan untuk terus berkembang seperti sektor konstruksi dan perdagangan, perikanan, infokom dan industri pengolahan termasuk di dalamnya UMKM.

Selain itu, menjaga nilai tukar rupiah dengan terus memberikan stimulus melalui pemberian bantuan langsung tunai kepada masyarakat untuk meningkatkan daya beli masyarakat di masa pandemi, mengingat konsumsi rumah tangga merupakan kontributor terbesar dalam PDRB dari sisi pengeluaran. 

Wali kota juga menambahkan bahwa Pemerintah Kota Sorong melalui ABPD dan APBN dapat memaksimalkan pengeluarannya di sektor kesehatan melalui pengadaan alat-alat kesehatan, obat-obatan dan fasilitas-fasilitas kesehatan termasuk pengembangan dan pembangunan fasilitas-fasilitas kesehatan.  ”Semoga kunjungan kerja ini dapat menyerap aspirasi masyarakat dan memperkecil penyebaran Covid-19 di Kota Sorong,” imbuhnya.

Ketua DPD RI AA La Nyalla Mattalitti mengatakan, dalam kunker DPD RI, ia diidampingi senator asal Papua Barat serta para senator dari beberapa provinsi di Indonesia. ”Saya mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Sorong beserta jajarannya atas penyambutan yang luar biasa dalam kunjungan kerja DPD RI di Kota Sorong ini. Ketika mendarat saya memperhatikan bahwa bandara Domine Edward Osok sebagai salah satu bandar udara tersibuk di semenanjung Papua,” Kata La Nyalla sembari menambahkan, Bandara DEO perlu direnovasi dan dikembangkan agar menjadi pintu gerbang udara terbesar di tanah Papua. 

DPD RI mendorong proses konsultasi publik dengan penyelenggara pemerintahan daerah di Papua dan Papua Barat, Gubernur, DPR Papua dan Papua Barat serta Majelis Rakyat Papua dan Papua Barat, dalam rangka revisi UU 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua dan Papua Barat. ”Pendekatan dialog guna perumusan kebijakan sosial, politik dalam semangat transformasi otonomi khusus yang berlandaskan pendekatan afirmatif gambar kesetaraan gender dan kontekstual Papua dan Papua Barat,” ujarnya.

DPD RI memberikan perhatian kepada percepatan pelaksanaan program pembangunan berbasis distrik dan kampung di wilayah terpencil, tertinggal, pedalaman, pulau-pulau kecil, perbatasan negara, dan pegunungan yang sulit dijangkau. ”Salah satu alasan banyak orang mengunjungi Kota Sorong karena pintu gerbang masuk Papua dan Raja Ampat. Sorong juga menghadirkan berbagai macam jenis wisata yang menakjubkan melalui dari wisata bahari, wisata alam, wisata sejahtera dan lainnya,” jelasnya.

Selain itu, lanjutnya posisi kota Sorong yang terletak di antara jalur strategis yang menghubungkan Papua Barat dan Papua sangat bermanfaat bagi perekonomian Sorong dengan letak wilayah strategis ini, pemerintah daerah harus dimanfaatkan untuk pengembangan sektor perdagangan dan jasa. Untuk itu perlu dibangun dan dikembangkan kawasan pusat bisnis dan permukiman baru. ”Terkait pengembangan Kota Sorong ini kami DPD RI yang merupakan wakil daerah akan mendukung pemerintah daerah untuk semakin maju pembangunannya dan pertumbuhan ekonominya,” tegasnya. (zia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed