oleh

Jarang Dipakai, Tagihan Kartu Halo Kok Membengkak

-Ekonomi-57 views

Sejumlah pelanggan Kartu Halo mengeluhkan tingginya tagihan pembayaran bulan lalu. Padahal pelanggan merasa jarang menggunakan kartu Halo yang dimiliknya, namun dari autodebet yang terkonformasi via SMS banking dana keluar Rp 581.000 untuk pembayaran Kartu Halo.
Hal ini seperti dialami salah satu pelanggan, Ros, yang merasa kaget melihat tingginya tagihan Kartu Halo bulan lalu. Padahal telpon jadul yang dipakai untuk Kartu Halo itu jarang digunakan, sebab untuk komunikasi lebih banyak menggunakan Whatshapp di nomor simpati yang ada di HP android. Di rumah dan kantor pun pakai Wifi.
“Aneh, jarang dipakai kok tagihannya bisa sampai 581.000,”keluh Ros. Sejak jadi pelanggan Kartu Halo tahun 2001 (19 tahun lamanya), Ros merasa tagihannya wajar saja berkisar Rp 190.000, 250.000, paling tinggi Rp 300.000 .
Untuk mempertanyakan tagihan yang membengkak ini, Senin lalu (28/9), Ros pun menemui CS Telkomsel di Kantor Telkom Group.
Daripada tiap bulan harus bayar sampai Rp 500.000, Ros pun minta kepada CS untuk menyetop atau berhenti jadi pelanggan Kartu Halo. Supaya tidak ada urusan lagi, Ros minta berapa tagihan yang harus dibayarkan untuk bulan berjalan ini. Setelah dihitung-hitungkan oleh CS, wanita berkecamata ini tambah tercengang, karena harus membayar dari limit sekitar Rp 400.000 lebih ditambah paket Rp 80.000.
“Baru tanggal 29 tagihan sudah Rp 480.000 sekian, bagaimana sampai habis bulan. Pokoknya saya mau tutup saja ini Kartu Halo,”ucapnya kesal.
Yang Ros heran, sejak ada tagihan Rp 581.000 bulan lalu Kartu Halo tidak pernah digunakan entah kenapa HP terblokir padahal selama ini Ros menggunakannya dengan autodebet di rekening sehingga tidak ada alasan untuk belum bayar.
Keluhan atas melonjaknya tagihan Kartu Halo juga dialami pelanggan lainnya, sebut saja Nia. Karyawan perusahaan plat merah itu mengaku sejak 3 bulan terakhir (Juli, Agustus, September), tagihan pemakaian Kartu Halo miliknya naik terus. Tagihan terakhir, Bia harus membayar Rp 520.555, padahal biasanya hanya berkisar Rp 190.000 lebih.
Tentang paket yang digunakan, Nia menuturkan,”paket limit 180 ribu, bonus telpon saya maksimal 200 menit .Lha telpon 200 menit 1 bulan rasanya tidak habis saya pakai karena cenderung telpon pakai Wa, sampai rumah saya pakai Wifi,”tuturnya.
“Berulang kali saya ditelpon call center soal tawaran kasih naik paket , saya tolak terus,”imbuhnya. Merasa tagihannya tidak wajar, Nia pun memposting keluhannya di Medsos facebook dan ternyata sejumlah netizen yang jadi pelanggan Kartu Halo juga mengalami hal yang sama.
“Ibu, sama dengan saya paketan 150 tapi tagihan 650 (maksudnya Rp 650.000), trus ngak pake karane sudah diblokir pas mau bayar dibilang sudah 1.300.000, jadi kaget. Bertahun-tahun pake Kartu Halo baru kali ini disuruh bayar banyak sekali, biasanya paling banyak perbulan bayar Rp 185.000,”aku salah satu netizen.
Dari komentar lainnya, “Iya 2 bulan berturut-turut tagihan 900.000 hampir 1 juta padahal jarang pakai telpon. Ada apa dengan Telkomsel”. (ros)

Sementara itu, Supervisor Graparti Telkok Group, Sarni Iskandar saat dikonfirmasi mengatakan, untuk kasus Kartu Halo pelanggan Rosmini, setelah dicek tagihan membengkak karena ada sekitar 27 NSP yang aktif.
“Lho bagaimana bisa 27 NSP itu aktif, saya tidak pernah memintanya kok,”tangkis Rosmini saat bertemu Sarni Iskandar.
Dijelaskan oleh Sarni Iskandar, tagihan Kartu Halo membengkak itu tentu penyebabnya berbeda antar satu pelanggan dengan pelanggan lainnya. Dan pihaknya tentu harus mengecek terlebih dahulu untuk setiap pelanggan.
“Kalau tagihan membengkak, kita harus tahu, cek dulu penggunaannya itu untuk apa saja. Apakah dari penggunaan limitnya, atau dari paketnya. Karena pelanggan itu, begini, kartu Halo itu ada paket, ada juga limit. Paket itu ada terbatas. Paket itu, contoh, 1 paket dengan harga tertentu itu sudah compack, ada bonus telponnya, ada bonus internetnya,ada bonus, SMSnya,”terang Sarni Iskandar.
Lebih lanjut Ia pun mencontohkan, misalnya paket saya yang 50.000, saya pertama buat saya ajukan paketnya 50.000, limitnya 1 juta. Misalnya, nah paket saya yang 50.000 itu misalnya ada 400 menit, nah penggunaan telpon jika sudah melebihi kapasitas paket, bonusnya 500 menit itu akan dikenakan tarif normal dari limat 1 juta,”terangnya.
Soal limit yang mempengaruhi tagihan kartu Halo menurutnya, itu ditentukan atas permintaan pelanggan.
“ Untuk perubahan limit bisa dari call center bisa juga dari sini (Grapari,Red), tetapi harus ada bukti confirm pelanggan yang harus ditandatngani,”imbuhnya.


“Prosedurnya, harus ada permintaan pelanggan baru kita naikkan atau turunkan limit. Kalau ibu bilang tagihannya besar, kita tidak bisa langsung sebut ini, tagihannya besar karena ini. Saya harus benar-benar melakukan pengecekan. Dan kita harus beritahukan ke pelanggan tagihannya besar itu karena apa,”ujar Sarni Iskandar.
Menyinggung kemungkinan adanya sistem yang keliru hingga tagihan pelanggan Kartu Halo membengkak, Ia yakin tidak ada.
“Tidak ada sistem yang salah., kalaupun ada yang salah nanti kita akan lakukan pengembalian,”tandasnya
Yang pasti menurutnya, kerap pelanggan saat ditanya bilang tidak pakai banyak tapi setelah dilakukan pengecekan barulah pelanggan mengakui pemakaiannya.
Agar tagihan sesuai kemampuan pelanggan, menurut Sarni Iskandar hal itu bisa dilakukan dengan memilih paket sesuai yang diinginkan pelanggan, demikian pula dengan limitnya.
“Misalnya saya mau tagihannya sekitar 110.000, oke kita sesuaikan limitnya dengan itu, paketnya 50.000 nanti limitnya juga kita sesuaikan, biar penggunaan maksimalnya sekitar segitu, kita sesuaikan dengan penggunannya pelanggan,”terangnya. (ros)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed