oleh

Jangan Terprovokasi Berita Hoaks

-Metro-56 views

**Stok BBM di Regional Pamalu Aman

SORONG – Berkaitan dengan insiden terbakarnya Kilang Pengolahahan Minyak Pertamina Refinery Unit (RU) VI di Balongan, Indramayu, Jawa Barat yang terjadi pada Senin (29/3) tak berdampak pada terganggunnya ketersediaan stok BBM yang ada di wilayah regional Pamalu. Hal ini doisampaikan oleh Unit Manager Comunication Relation and CSR Pertamina Regional Papua Maluku (Pamalu), Edi Mangun dalam keterangan persnya.

“Terkait terbakarnya satu unit tangki di Pertamina Refinery Unit (RU) 6 di Balongan, Indramayu, Jawa Barat, sama sekali tidak mempengaruhi ketersediaan stok yang ada di wilayah Regional Pamalu yang meliputi Provinsi Papua, Papua Barat, Maluku dan Maluku Utara,” ujar Edi.

Dikatakannya, kondisi terkini di field terminal BBM yang ada di 4 provinsi tersebut berada pada ketersediaan stok yang aman, dimana rata-rata untuk semua jenis produk BBM berada di posisi diatas 15 hari stok aman. Menurutnya, sebagian besar suplai BBM yang masuk ke 4 provinsi tersebut ini berasal dari dua sumber yakni dari Kilang Pertamina RU V di Balikpapan, Kalimantan Timur dan Kilang Pertamina RU VII di Seget, Kabupaten Sorong.

“Selama ini suplai BBM untuk Ragional Pamalu,  90% dari Pertamina RU V Balikpapan dan Pertamina RU VII  Seget, Kabupaten Sorong. Jadi terbakarnya Kilang Pertamina RU VI Balongan tentu sama sekali tidak mempengaruhi suplai di regional pamalu, dan tidak menggoyangkan ketersediaan stok,” jelasnya.

Tak ingin ada pihak yang memprovokasi dan memanfaatkan kesempatan dibalik musibah ini, Edi Mangun mengimbau, agar masyarakat tidak perlu resah terkait kabar akan adanya kelangkaan BBM besar-besaran akibat terbakarnya Kilang Pengolahan Minyak di Balongan. Masyarakat juga diminta untuk tidak panic buying atau membeli BBM dalam kuantiti yang tidak wajar.

“Saya informasikan, bahwa kondisi stok, suplai dan distribusi tidak akan terganggu sama sekali dengan musibah yang sedang dialami oleh teman-teman di Kilang Pengolahan Minyak Pertamina RU VI di Balongan, Indramyu. Jadi, masyarakat jangan sampai terprovokasi berita hoaks terkait kelangkaan BBM. Karena ketika mereka menyebarkan berita terkait kelangkaan besar-besaran, tentu akan terjadi panic buying. Semua orang akan antre di SPBU untuk membeli produk sebanyak-banyaknya, sehingga membuat stok yang sebenarnya dalam kondisi aman justru malah menjadi tidak aman. Jadi beli BBM sesuai kebutuhan normal, jangan diborong,” tegasnya. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed