oleh

‘Jangan Jadi Provokator di Maybrat’

SORONG – Statemen salah satu anggota DPRD dan intelektual Maybrat yang beredar di media sosial, menilai kepemimpinan Bupati-Wakil Bupati Maybrat, Drs. Bernard Sagrim,MM-Drs. Paskalis Kocu,MSi (SAKO) gagal dalam mengimplementasikan visi-misi dan kebijakan pembangunan selama 3 tahun terakhir, ditanggapi serius mantan anggota DPRD Maybrat, Maximus Air,SE,MM.

Kepada Radar Sorong melalui sambungan telepon seluler, Minggu (5/6), Maximus Air mempertanyakan indi­kator apa yang dipakai untuk menilai kegagalan atau keber­hasilan pemerintahan. Dia mengatakan keberhasilan dapat diukur dengan peni­laian dari lembaga resmi peme­rintah, bukan asumsi orang perorangan. “Misalnya ­Maybrat mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Keuangan Pemerintah Kabupaten Maybrat tahun 2019 dari BPK RI. Artinya, perencanaan, pelaksanaan dan pertanggungjawaban sudah sesuai ketentuan Peraturan Peundang-undangan yang belaku,” jelas Maximus Air.

Menurut Maximus, Bupati Maybrat telah berhasil memimpin Kabupaten Maybrat dalam implementasi kebijakan pembangunan, diantarannya berhasil mengakhiri konflik ibukota Maybrat dengan lahirnya PP Nomor 41 Tahun 2019 yang menetapkan Kumurkek sebagai ibukota pemerintahan Kabupaten Maybrat. 

Intelektual Maybrat dari ­Aifat Raya ini melanjutkan, keberhasilan kedua adalah merangkul komponen masyarakat maupun pejabat yang ber­beda pandangan politiik pasca ­pemilukada Kabupaten ­Maybrat 2017. “Keberhasilan yang lain adalah tidak ada lagi stigma negatif yang menga­takan ini kelompok Ayamaru, ini kelompok Kumurkek, ini kelompok SAKO, ini kelompok KARYA. Bupati sekarang merangkul semua komponen masyarakat untuk sama-sama membangun Kabupaten ­Maybrat, ini apresiasi yang patut didukung,” ujarnya.

Maximus menyatakan, bila ada staf yang kinerjanya tidak memuaskan pimpinan lalu dievaluasi dan dimutasi, ya harus legowo. Termasuk ­wakil rakyat, seharusnya memanfaat­kan lembaga DPRD yang ada untuk menggundang ekse­kutif untuk haering dengan pemerintah, bukan memanfaatkan sosial media untuk meng­kritik pemerintah. “Saya meng­himbau kepada sau­dara-­saudara intelektual Maybrat yang saat ini berada di daerah lain supaya fokus melak­sanakan tugas pemerintahan dimana saudara dipercayakan oleh negara, jangan menjadi provokator untuk merongrong pemerintahan di Kabupaten Maybrat,” tegas Maximus Air. (ris)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed