oleh

Jangan Demo-demo Sesama Orang Papua

-Metro-45 views

SORONG-Ketua Dewan Adat Suku Moi Kota Sorong, John Mainolo turut menyesal atas tindakan yang dilakukan oleh mereka yang melakukan kegiatan demontrasi di Kejaksaan Negeri Sorong beberapa waktu lalu yang mewakili orang asli suku Moi. 

Menurutnya, yang di demo ialah Wali Kota Sorong,Drs.Ec.Lambert Jitmau,MM yang merupakan orang adat Maybrat, sama dengan kami orang asli Moi. “Jadi seharusnya mereka kumpul dulu bicara baik dengan kami. Kami mohon maaf kepada pak wali dan kepada suku besar Maybrat. Lain kali jangan lakukan hal yang sama. Harus koordinasi baik,” tegasnya.

Sementara itu, Melkianus Osok mewakili Forum Lintas Suku LMA Malamoi menjelaskan Berkaitan dengan beberapa waktu lalu, ada demo-demo terhadap Wali Kota Sorong,Drs.Ec.Lambert Jitmau,MM dan juga Kasubsi Tipikor Kejaksaan Negeri Sorong, Stevi Ayorbaba,SH. 

Menurutnya, Jangan sampai orang berpikir bahwa yang demo adalah orang Moi semuanya. “Yang demo itu ade-ade kami yang barangkali ada beberapa orang saja, yang tidak mengontrol diri mungkin karena kekecewaan atau hal lain sehingga mereka demo. Kami berharap suku besar ini kedepan kita tetap bersatu dan mendukung pembangunan yang ada di Kota Sorong,” katanya.

Melkianus pun menunjukan surat dan membacakan surat penunjukan dari LMA Malamoi. Isinya yaitu bersama ini kami memberikan surat penjukan kepada Melkianus Osok untuk mewakili suku Moi masuk dalam Forum Lintas Suku Papua se Sorong Raya dan urusan-urusan lain yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat Papua atau non Papua yang berdiam di tanah Moi. Demikian surat penunjukan ini kami berikan kepada yang bersangkutan untuk dapat duganakan sebagaimana mestinya tertanda Ketua LMA Malamoi Silas.O.Kalami.

“Sehingga saya harus mewakili suku ini,” tegasnya.

Lanjutnya, Biarkan hukum mengalir, jika ada temuan korupsi. Maka ada penegakan hukum disitu. Namun, sebagai anak adat dan sesama Papua, jangan saling mendemo. “Pak wali itu anak adat, yang di Kejaksaan Stevi Ayorbaba juga anak adat. Jangan kita demo-demo. Kita jaga wibawa orang Papua. Kalau memang Pak wali dicek oleh KPK dan ada yang dicurigai korupsi, silahkan hukumnya bekerja. Negara ini, Negara hukum. Kami tidak hak sampai disana tapi kami ada dalam lintas ini hanya memberikan seng. Seng untuk jangan demo, itu anak Papua juga. Jangankan pak wali, jangankan pak Ayorbaba di kejaksaan, orang Papua saja wajib hukumnya kami jaga, supaya jangan di demo. Orang Papua itu aset anak adat, di negeri ini yang perlu di hormati dan dihargai,” pungkasnya.(zia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed