oleh

Jangan Ada Lagi Minta Merdeka, NKRI Harga Mati

-Sorong Raya-681 views

KAIMANA – 74 Tahun sudah Negara Republik Indenonesia ini merdeka, namun didalam mengisi kemerdekaan masih ada saja kelompok – kelompok tertentu yang menginginkan kemerdekaan. Tentu hal ini sangat  disayangkan, karena kemerdekaan Indonesia diraih dengan pengorbanan yang begitu besar. 

Menanggapi adanya tuntutan kemerdekaan dari kelompok – kelompok tertentu, yang ada di Indonesia. Salah seorang saksi sejarah sekaligus mantan pejuang kemerdekaan Indonesia, di Kabupaten Kaimana yakni Syaifudin Furu sangat menyesalkan adanya tuntutan tersebut. Menurutnya tidak ada kemerdekaan, di negara ini karena Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan harga mati. 

“Jangan ada lagi yang menginginkan kemerdekaan, karena mencapai suatu kemerdekaan itu butuh pengorbanan. Wilayah NKRI, yang dibagian timur terbitnya matahari, baik di Papua atau Irian Barat dan Papua Barat sudah harga mati bagi kami,”Jelas Syaifudin Furu kepada Radar Sorong, di kediamannya di Kaimana, Rabu (14/8).  

Dikatakan, lelaki yang kini telah berusia 67 tahun ini bahwa sejak dinyatakan merdeka pada 74 tahun lalu. Indonesia memiliki beberapa negara bagian, atau yang saat ini disebut dengan Provinsi. Sebelum dinamakan Republik Indonesia (RI), nama Indonesia setelah kemerdekaan disebut Republik Indonesia Serikat (RIS) berdasarkan piagam Jakarta. 

“Saya mau sampaikan, bahwa setelah merdeka kita memiliki negara bagian, atau yang istilah saat ini provinsi. Kenapa pemerintah pada saat itu, tidak mempertahankan negara bagian tersebut. Itu artinya, didalam suatu negara yang resmi tidak boleh ada lagi negara kecil, yang dapat mengganggu keutuhan negara,”Pungkasnya. 

Dalam keterangannya juga, mantan Lurah Kaimana kota ini mengimbau kepada generasi muda terlebih khusus pemuda Orang Asli Papua (OAP). Baik yang ada di Papua maupun Papua Barat, untuk kiranya bisa mengisi pembangunan paska kemerdekaan. Dengan bidangnya masing – masing, sehingga bisa mencapai kemakmuran di Negara ini serta lebih khsusus di Tanah Papua. 

“Saya selaku orang tua, yang pernah merasakan getirnya jaman penjajahan. Menghimbau kepada para pemuda, untuk mengisi kemerdekaan dengan memajukan pembangunan dengan bidang kita masing – masing. Untuk anak – anak kami, yang masih bersekolah, rajinlah belajar dengan belajar pintu pembangunan akan terbuka lebar,”ujarnya. (fat)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed