oleh

“Janda Bolong” Tembus Jutaan Rupiah Per Daun

-Ekonomi-681 views

AIMAS – Salah satu hobby yang tengah trend di saat Pandemi Covid-19 yakni, memelihara tanaman hias.
Tidak tanggung-tanggung, tanaman hias yang dulunya seharga ratusan ribu, kini mencapai jutaan rupiah untuk satu daunnya.
Maraknya ketertarikan untuk memelihara tanaman hias, turut menguntungkan sebagian pebisnis tanaman hias. Salah satunya, Zain Garden yang beralamat di Jalan Tomat, Unit 2 Distrik Aimas Kabupaten Sorong. Iffah pemilik Zain Garden mengaku telah tertarik pada tanaman hias sejak dirinya masih gadis. Setelah menikah justru hobbynya tersebut semakin meningkat dengan koleksi tanaman yang begitu beragam.
Bersama dengan suaminya, Iffah merawat ratusan tanaman hias yang ia miliki saat ini.

”Awalnya hobby dari sebelum nikah, sudah nikah justru jenisnya beragam, akhirnya dibisniskan sejak 6 Juli 2017,” terangnya kepada Radar Sorong. Ratusan tanaman hias yang dimiliki Iffah diantaranya, Calathea, Aglonema, Sensivera dan beragam jenis lainnya dengan harga mulai dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah. Belakangan yang cukup viral adalah Janda Bolong atau yang bernama latin Monstera Variegata.

PMB OPBJJ-UT Sorong

”Kalau yang paling mahal Monstera Variegata harganya bisa Rp 1, 5 juta per daunnya,” terang Ifa. Harganya yang begitu fantastik, membuat pembelinya terkadang hanya melirik yang satu daun untuk dirawat sendiri, sementara jumlah daun yang dimiliki Monstera cukup beragam.
Adanya pandemi Covid-19, diakui Iffah cukup mempengaruhi kenaikan harga tanaman hias. Berjualan sejak tahun 2017, Tahun 2020 merupakan kenaikan yang cukup signifikan untuk tanaman hias. tidak tanggung-tanggung kenaikannya mencapai 100 persen.
”Aglonema itu dari yang Rp 80 ribu sudah hampir Rp 200 ribu, saya jual disini Rp 400 ribu,” terangnya.
Kenaikan harga tersebut, disebabkan oleh peningkatan jumlah peminat tanaman ­hias. Selain itu pengiriman tanaman hias dari luar negeri ke Indonesia yang menipis membuat tanaman hias sulit ditemukan. Namun, dengan adanya peningkatan penjualan tersebut justru tanaman hias yang dibelinya dari suplier terkadang kurang memuaskan, karena penggunaan suntikan terhadapn tanaman.

”Pengalaman waktu beli, harusnya belum panen, cuma karena disuntik, daunnya banyak yang layu, akhirnya tidak bagus,” jelasnya.
Meski demikian, Iffah bersama suami rutin merawat beragam tanaman hias yang menurutnya tidak begitu sulit dirawat, karena hanya bergantung pada media tanamnya.

Penjualan tanaman hias yang dilakukan oleh Iffah melalui Sosial Media FB dengan nama Zain Garden dan offline memiliki dampak yang cukup baik. Penjualan tidak hanya dilakukan ke wilayah Sorong. tetapi Papua dan Papua Barat bahkan ke Malang.
”Raja Ampat, Fakfak, Kaimana, Bintuni sampai ke Malang juga ada, karena Janda Bolong disana mahal jadi belinya disini,” jelasnya.
Meski mengalami peningkatan penjualan, Ifa tidak memungkiri adanya waktu-waktu, seperti akhir bulan yang justru mengalami penurunan. (nam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed