oleh

Jamaah Salat Id Penuhi Sejumlah Masjid

-Metro-60 views

Terapkan Protokol Kesehatan, Alun-alun Pusat Salat di Aimas

SORONG-Pelaksanaan Salat Idul Fitri 1442 Hijriah dipusatkan di sejumlah masjid yang tersebar di Kota Sorong, tahun ini tidak dilaksanakan di lapangan terbuka mengingat pandemic Covid masih berlangsung. Untuk di Kabupaten Sorong untuk mengurai jamaah, selain di laksanakan di sejumlah masjid, Salat Id juga dilaksanakan di Alun-alun Aimas.

Pelaksanaan Salat Id di Masjid Agung Al-Akbar Kota Sorong dihadiri ribuan umat Islam, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan salat berlangsung khusyuk, Kamis (13/5). Bertugas sebagai Imam Ustadz Abdullah Abdurrahman, S.Pd dan Khatib Ustad Agung Sibela, S.Ag 

Pantauan Radar Sorong, sejak pukul 06-30 WIT jamaah mulai berdatangan memadati Masjid Agung Al -Akbar, sehingga pada lantai 1 dan lantai 2 bahkan halaman masjid Agung Al Akbar Sorong. Jamaah hanya masuk melalui 1 pintu, dengan mencuci tangan, pemeriksaan suhu tubuh dan wajib menggunakan masker. Akan tetapi, pihak masjid Raya juga menyiapkan masker gratis bagi jamaah yang lupa membawa masker.

Sebelum pelaksanaan salat, Panitia Amaliyah Ramadan Masjid Agung Al-Akbar mengumumkan pengeluaran dan penerimaan Amaliyah Ramadan 1442 hijriah, diantaranya Zakat Fitrah berupa beras terkumpul 858 Kg, Zakat Fitrah berupa uang Rp 70.500.000, yang disalurkan kepada 2.189 jiwa sebesar Rp 87.950.000 dan beras 858 Kg.

Kemudian, Zakat Mall Rp 11.020.000, disetorkan ke Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Sorong Rp 5 juta. Kemudian, Infaq Rp 25.874.000 dan hasil dari Kotak Amal Tarawih Rp 74.089.000, sehingga total penerimaan Rp 93.533.000. Sementara pengeluaran biaya operasional Rp 105.300.000, ada mines (-) Rp 11.767.000.

Selaku Khatib, Ustad Agung Sibela menyampaikan,  sudah dua kali (2 tahun) umat Islam menjalankan bulan suci Ramadan dan Salat Id dengan suasana pandemi Covid-19. Sehingga, pentingnya menjaga keselamatan jiwa, sebab hal tersebut merupakan perintah agama.

“Kami mengimbau kepada umat Islam karena ini menyangkut dengan kepentingan bersama dan hajat hidup manusia, maka perlu saling mendukung apapun yang terjadi karena tanggung jawab keselamatan kita dan orang lain itu adalah perintah dalam agama,”jelasnya kepada Radar Sorong.

Pusat Salat Id lainnya adalah di Jl.Dworowati, Masjid Al-Hidayah dengan Imam Al Hafidz Komaruddin, Bilal Kusnadi dan Khatib Ustadz H.Muhammad Salim.

Dalam Khutbahnya, Khatib menyampaikan kisah sahabat Ukasyah bin Mihshan yang menuntut Rasulullah SAW. Kisah ini membuah para jamaah haru dan menitikan air mata.

Untuk laporan Panitia Masjid Al Hidayah, pemasukan kotak amal Ramadan 1 bulan Rp 45.123.000. Kemudian pemasukan dari amplop sebesar Rp 11.515.000 sehingga total pemasukan Rp 56.638.000. Pengeluaran selama bulan Ramadan untuk keperluan operasional Idul Fitri Rp 55.638.000. Sehingga sisa saldo Rp 1.000.000. Kemudian Laporan Panitia Unit Pengumpul Zakat, Infaq, sedekah Masjid Al Hidayah. Zakat berupa beras sejumlah 1.5 ton, zakat berupa uang Rp 48.535.000, infaq dan sedekah Rp 24.730.000. Zakat Maal Rp 16.705.000. Dari penerimaan tersebut didistribusikan kepada yang berhak menerima atau mustahiq Rp 90.320.000 dan diserahkan kepada  BKM berupa infaq dan sedekah sebesar Rp 4.000.000.

Sementara itu, pelaksanaan Salat Id di Kabupaten Sorong selain di masjid, juga di pusatkan di Alun- alun Aimas, Kamis (13/5) berlangsung tertib dengan penerapan protokol kesehatan. Tiba di pintu masuk, tim satgas menyambut jamaah dengan melakukan pengecekan suhu tubuh, serta penerapan protokol kesehatan lainnya seperti mencuci tangan dan menggunakan masker.

Salat Id di Alun-Alun Aimas dipimpin oleh Imam Ustad Abdul Aziz dan Ustad Rusdy Rasyid sebagai Khatibnya. Salat dilakukan sebanyak dua rakaat dengan tujuh kali takbir pada rakaat pertama dan lima kali takbir pada rakaat kedua.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Sorong, Agustinus H. Wabia saat ditemui Radar Sorong usai memantau pelaksanaan ibadah salat Id mengatakan, Alun-Alun Aimas merupakan satu-satunya tempat pelaksanaan salat Idul Fitri di lapangan terbuka di Kabupaten Sorong.

“Salat di lapangan terbuka hanya di Alun-Alun karena di wilayah sini kekurangan masjid besar dengan halaman yang luas, padahal disini termasuk daerah yang penduduknya terbilang cukup padat. Sehingga dengan pertimbangan tersebut, maka untuk salat Id di lapangan terbuka dilaksanakan terpusat di Alun-AluAimas,” ujar Agus.

Selain Satgas Covid-19 Kabupaten Sorong, pengamanan selama pelaksanaan salat Id juga dibantu oleh ratusan aparat keamanan dari TNI-Polri, Satpol-PP, serta dibantu oleh organisasi masyarakat lainnya.(juh/ayu/zia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed