oleh

Jam Malam, Warung Makan Tutup

SORONG – Pembatasan aktivitas oleh Pemerintah Kota Sorong yang tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Sorong pada 4 Mei 2020 mulai pukul  05.00 WIT sampai pukul 19.00 WIT guna mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) dipatuhi sebagian besar pertokoan dan warung makan.  Meski demikian, ada pula beberapa warung makan yang tetap berjualan hingga pukul 21.30 WIT, semalam.

Pantauan Radar Sorong, pertokoan maupun supermarket di Kota Sorong sejak pukul 18.30 WIT telah bersiap-siap tutup, menaati aturan Wali Kota Sorong, pembatasan aktivitas sampai pukul 19.00 WIT. Beberapa lokasi yang dijadikan sebagai tempat warung makan juga terlihat tutup, mulai dari warung di depan Gereja Maranatha, depan Bandara DEO, Km 10, depan Batalyon hingga di Km 12. 

Sekitar pukul 21.30 WIT, personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Sorong terlihat melakukan penertiban dari arah Terminal Remu menuju Km 12. Beberapa warung yang masih melayani pembeli, didatangi dan dihimbau untuk segera tutup.  

Warung-warung yang berada di Km 10 bahkan masih didatangi pembeli meski lampu telah dipadamkan dan tempat pembakaran ikan telah dibersihkan. Enggan menolak, beberapa pemilik warung menawarkan ayam goreng bagi pembeli.  “Ayam goreng aja mbak, sebelum tutup,” kata salah satu penjaga warung yang didatangi Radar Sorong.

Salah satu warung di Km 12, Warung Mumun juga terlihat ketar ketir menerima pembeli. Menurut pemilik warung, kebijakan pemerintah membuatnya kebingungan sekaligus was-was.   Pasalnya, warung lalapan usahanya baru buka sekitar pukul 17.00 WIT. Belum tentu mendapatkan pembeli, jika disuruh tutup pukul 19.00 WIT, ia mengaku kesulitan. “Kalau buka jam 3 sore sama saja mbak, warung itu lakunya setelah jam 7 malam. Buka jam 5 sore kalau tutupnya jam 7 malam, kita mau dapat apa?” keluh pemilik Warung Mumun kepada Radar Sorong. 

Menurutnya, kebijakan sebelumnya yang mengizinkan penjualan hingga pukul 21.00 WIT sudah cukup baik. Meski tidak sebanding dengan hari biasanya, setidaknya pemasukan dari hasil berjualan masih bisa didapat. “Kami makan juga dari jualan ini, kalau dibatasi bingung juga kami,” ucapnya.   Tutupnya pertokoan dan warung makan di sepanjang jalan mengakibatkan pinggiran jalan terlihat sepi dan minim aktivitas. Meski demikian, lalu lalang kendaraan masih terlihat di jalanan, meski tak seramai biasanya. (nam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed