oleh

Jalani Sanksi Lari Putar Lapangan Upacara

-Metro-24 views

Sekertaris Tim Gustu Covid-19 Kota Sorong, Herlin Sasabone mengungkapkan, bahwa para penumpang tersebut berasal dari pelabuhan yang ada di wilayah Barat masuk ke Kota Sorong dengan tidak memiliki izin masuk dan yang memiliki izin dari Kabupaten Raja Ampat. Namun setelah diperiksa ternyata bukan warga Raja Ampat melainkan berdomisili di Kepulauan Raam. 

Sehingga, baik yang memiliki izin masuk dari daerah sekitar dan yang sama sekali tidak memiliki izin masuk, ditahan lalu diberikan sanksi wajib lapor setiap pagi dan lari keliling lapangan upacara kantor Wali Kota Sorong.

“Kami menahan identitas mereka kemudian wajib lapor selama 14 hari dan ada juga yang kami berikan kerja sosial. Hal ini sebagai pembelajaran, agar tidak terjadi lagi oleh  warga lainnya karena masuk ke suatu daerah ada aturannya,”ungkapnya.

Lolosnya 62 orang tersebut dari Pelabuhan Baubau memang sangat disayangkan. Namun, berdasarkan informasi dari Pelni Baubau bahwasanya mereka melakukan adu argumentasi bersama pihak Pelni agar mendapatkan Tiket.

“Berdasarkan hasil koordinasi kami dengan pihak Pelni Baubau, bahwa mereka ini memaksa pihak Pelni untuk memberikan tiket,”pungkasnya. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed