oleh

Jalan Sungai Kamundan Tanggung Jawab Provinsi

-Metro-657 views

SORONG-Kerusakan di ruas jalan Sungai Kamundan Km 12 masuk, direncanakan akan dilakukan perbaikan pada tahun anggaran 2020. Hal tersebut, berdasarkan hasil koordinasi dari Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Kota Sorong dengan Dinas Pekerja Umum Provinsi Papua Barat pada tahun 2019 lalu.

“Kami sudah usulkan tahun 2019 lalu, bahkan kami bersama dengan konsultan perencanaan dari provinsi turun langsung ke lapangan,” jelas Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerja Umum Kota Sorong, Agus Howay kepada Radar Sorong.

Agus mengungkapkan, ada beberapa ruas jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Papua Barat yakni ruas jalan Tanjung Dofior, Tanjung Rimoni, Sapta Taruna, Sungai Kamundan dan Jalan A.M Sangaji Km 12 serta jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Danau Tempe, Saoka.

“Saya juga sudah sempat berkoordinasi dengan Kepala Dinas PU Provinsi tentang penanganan jalan tersebut, dan direncanakan tahun 2020 ini di beberapa ruas jalan yang merupakan tanggung jawab provinsi akan di hotmix seperti Jalan Tanjung Remoni. Kami sudah koordinasikan dan mungkin mereka masih menunggu penanganannya,”ungkapnya.

Diakui Agus, Jalan Sungai Kamundan memang merupakan daerah Kota Sorong, dan bisa saja Pemerintah Kota Sorong memprogram perbaikan jalan tersebut, namun ditakutkan terjadinya tumpang tindih antara program Pemkot dan program Pemerintah Provinsi.

“Jangan sampai terjadi dobel pembelian, dan tidak sesuai dengan peruntukan karena untuk Kota Sorong kami hanya bangun jalan – jalan yang ada di dalam kota saja. Dan kami tidak bisa bangun jalan provinsi walaupun tanggung jawab dan wewenangnya ada di pemerintah kota tetapi yang pelaksanaan teknisnya adalah provinsi,”terangnya.

Sementara itu, pembangunan jalan oleh Pemerintah Kota Sorong di tahun 2020, tambah Agus, ada beberapa ruas jalan yang akan dilakukan peningkatan seperti hotmix di ruas Jalan Pramuka, Jalan Itik, Jalan Belibis, Maleo dan beberapa jalan lagi. 

“Dalam pembangunan tentunya di tahun ini ada sedikit kendala karena wabah Covid-19, sehingga kontraktor belum melaksanakan pekerjaannya. Kalau mungkin tidak ada wabah, otomatis pekerjaan sudah terselesaikan, tetapi ditargetkan akan diselesaikan secepatnya,”pungkasnya.(juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed