oleh

Jalan Sungai Kamundan Dikerjakan Pemprov

SORONG – Melihat kondisi Jalan Sungai Kamundan Kota Sorong yang rusak parah dan masih belum jelasnya status kewenangan penanganan jalan tersebut, Ketua Komisi Infrastuktur DPR Provinsi Papua Barat Ir.Max Hehanusa bersama Kepala Dinas PUPR Heri Saflembolo,ST,MT, Kabid Bina Marga PUPR Papua Barat Daniel Sapulete, Kepala Dinas PUPR Kota Sorong, Jaipin Sinaga,ST,MT dan Kabid Bina Marga Dinas PU Kota Sorong Agustinus Howai, meninjau langsung Jalan ­Sungai Kamundan yang sebelumnya ditanami warga dengan pohon pisang, Kamis (10/6).

Setelah berkoordinasi, Dinas PUPR Provinsi Papua Barat dan Dinas PUPR Kota Sorong memutuskan bahwa perbaikan jalan rusak tersebut akan dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemprov PB. Dari pantauan Radar Sorong, sejak beberapa hari lalu telah diturunkan alat berat diantaranya bomag, eskavator untuk penanganan ruas jalan rusak tersebut.

Anggota DPR PB, Max Hehanussa mengatakan, mewakili masyarakat ia meminta pemerintah untuk segera menyelesaikan perbaikan jalan rusak tersebut. Ia menyampaikan ucapan terima kasih karena Pemerintah Provinsi Papua Barat dan Pemerintah Kota Sorong sangat respon dengan bekerjasama memperbaiki jalan yang rusak tersebut. “Terima kasih kepada bapak gubernur, bapak wali kota yang bisa menyatukan persepsi bahwa pembangunan ini untuk rakyat, dan mereka berdua punya hati, itu yang paling penting. Terima kasih juga kepada Kepala Dinas PU Provinsi dan PU Kota yang cepat tanggap,” ucap Max Hehanusa.

Untuk selanjutnya, Max mengatakan koordinasi untuk pelebaran jalan perlu dilakukan. “Kami akan mengawasi terus, karena masyarakat tidak mau tahu yang penting jalan ini jadi. Yang ada kendala-kendala itu urusan internal pemerintah. Saya pikir koordinasi itu yang paling penting, karena jalan ini kalau tidak cepat ditangani nanti orang jatuh terus. Saya harap segera ditangani,” tegasnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Sorong, Jaipin Sinaga,ST,MT mengatakan bahwa Jalan Sungai Kamundan memang adalah ruas jalan wewenang Kota Sorong, tetapi pada tahun 2012 dialihkan untuk penanganan ke Pemprov. Namun, pada tahun 2015 ketika SK diterbitkan, ternyata Jalan Sungai Kamundan tidak terdata, hal inilah yang menyebabkan antara Dinas PUPR Pemprov PB dan Dinas PUPR Kota Sorong sempat terjadi miskomunkasi untuk wewenang ruas Jalan Sungai Kamundan Km 12 Masuk Kota Sorong. 

 “Kami kerjasama, kami satu PU adalah lurus. Dari kementerian sampai ke daerah provisni, kabupaten/kota jika satu dicubit maka semua merasakan. Salah satunya jalan yang rusak ini, mungkin kemarin sempat miskomunikasi tetapi sekarang sudah kami luruskan. Kami sudah koordinasi dengan Kepala Dinas PUPR Pemprov untuk kerjasama memperbaiki jalan rusak ini,” kata Sinaga.

Kedepan agar tidak terjadi saling lempar tanggungjawab dan wewenang atas ruas jalan yang ada di wilayah Kota Sorong, dalam waktu dekat PUPR Kota Sorong juga akan menyurati ke Dinas PUPR Pemprov PB terkait ruas jalan-jalan mana yang menjadi wewenang Pemprov PB atau yang jadi tanggungjawab Pemkot Sorong. “Kita tidak perlu ungkit yang kemarin-kemarin. Jadi sekarang kita sudah sepakati bahwa ini akan ditangani oleh pemprov,” tandasnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Papua Barat, Heri Gerson Natanyel Saflembolo,ST,MT menyatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemkot dalam hal ini Kepala Dinas PUPR dan Kabid Bina Marga PUPR Kota Sorong, khusus penanganan Jalan Sungai Kamundan Km 12 Masuk Kota Sorong ini sudah saling klarifikasi.  “Dalam arti status kewenangan ruas jalan Sungai Kumundan statusnya sesuai milik pemerintah kota, karena kita bekerja berdasarkan SK dan sesuai SK Provinsi status kewenangan kita adalah ruas jalan Jenderal Sudirman 5 Km, ruas Jalan Danau Tempe 6,5 Km  dan ruas Jalan Arteri 4,2 Km, sedangkan Jalan Sungai Kumundan tidak termasuk di dalam SK Provinsi,” jelasnya.

Kendati demikian lanjut Heri Saflembolo, dalam rangka kebutuhan masyarakat dan karena Pemerintah Papua Barat ini membawahi 12 kabupaten dan 1 kota, sehingga jalan rusak tersebut juga menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi. “Kemudian melihat kondisi di lapangan ruas jalan ini sudah cukup rusak, jadi perlu penanganan bersama,” tandasnya. 

Dijelaskannya, ada 4 segmen penanganan ruas jalan yang ditangani Pemprov Papua Barat di wilayah Kota Sorong, yakni dari Jalan Arteri sampai ruas Jalan Sungai Kamundan akan dikerjakan tahun 2021, dengan 4 segmen sudah dibagi penanganannya. Khusus ruas Jalan Sungai Kamundan segmen ke-4 dengan panjang 150 meter, dengan produknya rigid.  “Memang tahun 2021 ini ada anggaran untuk penanganan ruas Jalan Arteri dananya Rp 10 miliar, tetapi melihat kondisi seperti ini, kita juga akan menangani ruas Jalan Sungai Kamundan km 12 Masuk. Supaya masyarakat yang menggunakan ruas jalan ini bisa terlayani secara baik. Jangan ada hal-hal yang membuat miskomunikasi antara pemprov dan pemkot,” tegasnya.

Ditambahkan, berkaitan dengan hal-hal teknis berupa surat permohonan penanganan ruas jalan oleh Pemerintah Kota Sorong kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat, akan dikoordinasikan. “Jadi nanti akan koordinasi dengan pihak PUPR Kota Sorong untuk penanganan ruas jalan mana yang diusulkan dalam rangka penetapan status ruas jalan. Selain 3 tadi, mungkin ada ruas jalan baru yang diusulkan pemkot untuk ditangani Pemprov. Khusus untuk jalan Sungai Kamundan yang ini akan kami tangani, sehingga kerusakan ruas jalan ini bisa teratasi,” pungkasnya. (zia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed