oleh

Jalan Penghubung Tiga Kabupaten Lumpuh Total

SORONG– Jalan Poros Klamit  Distrik Fkour Kabupaten Sorong yang dikenal dengan sebutan Poros Segitiga Emas, sejak dua hari terakhir (19-20/7) dipalang oleh warga masyarakat sekitar. Aksi tersebut dilakukan warga sebagai bentuk protes kepada salah satu oknum aparat yang diduga melakukan tindakan represif dan ucapan hinaan kepada sekelompok warga masyarakat kampung yang bekerja di salah satu perusahaan yang beroperasi diwilayah mereka.

Akibat aksi pemalangan ini, akses jalan utama yang merupakan satu-satunya akses jalan yang menghubungkan Kabupaten Sorong, Kabupaten Sorong Selatan dan Kabupaten Maybrat lumpuh total. Dalam aksinya, massa menuntut oknum aparat yang diperbantukan untuk melakukan pengamanan di areal perusahaan tersebut segera diberhentikan. 

Menurut keterangan dari beberapa sumber, aksi ini berawal dari empat orang karyawan yang bekerja di perusahaan (PT. Bias Abadi) yang sedikit dipengaruhi miras hendak menemui pimpinan perusahaan tersebut untuk menuntut agar pihak perusahaan segera membayarkan upah mereka yang belum dibayarkan sejak dua bulan,  bahkan ada yang lebih dari dua bulan. Namun upaya mereka tersebut seakan tidak ditanggapi serius oleh perusahaan sehingga keributan pun tidak terhindarkan.

“Kejadian di Dusun Garma Distrik Fkour, di PT. Bias Abadi kira-kira jam 11 siang. Kronologis, empat orang yang dipengaruhi miras berinisial  (YF), (JF),(FB) dan (TF) datang ke basecamp untuk menuntut gaji mereka yang belum dibayar selama 2 bulan, ada yang 8 bulan belum dibayar. Karena tidak ditanggapi, mereka ribut, kebetulan karena ada oknum aparat yang bertugas di basecamp keluar membawa pisau (sangkur) langsung mengancam mereka dan menyampaikan kata kata kotor,” demikian dikatakan Pesan Spenyer kepada Radar Sorong.

Karena tidak terima dengan kata-kata hinaan kepada mereka yang juga adalah penduduk pribumi, mereka pun langsung melakukan aksi memecahkan kaca basecamp perusahaan. Selanjutnya, salah satu saksi yang juga berada di TKP langsung melaporkan insiden ini ke pos pengamanan di Kampung Klamit dan aparat pun bergerak ke lolasi kejadian untuk mengamankan situasi dan juga mengamankan oknum aparat tersebut. Setelah mendapat laporan, Kepala Kampung Persiapan yang juga pribumi langsung melakukan aksi pemalangan terhadap aktifitas perusahaan.  Informasi yang diperoleh Radar Sorong, sampai dengan berita ini dilansir, aksi pemalangan masih berlanjut. (ris)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed