oleh

Jaksa Gadungan Diciduk Polisi

-Berita Utama-1.105 views

JAYAPURA – Jajaran Polresta Jayapura Kota menciduk JKL (35), jaksa gadungan yang selama ini beraksi di Kota Jayapura. Pelaku ditangkap setelah diketahui identitasnya oleh pihak kepolisian, lantaran mengaku proses perijinan melawati Jembatan Holtekamp haruslah atas persetujuan dirinya. 

Perbuatan jaksa gadungan ini terbilang berani. Bagaimana tidak, ia berhasil mengelabuhi polisi dan TNI-AL. Pelaku berhasil meyakinkan polisi dan TNI-AL bahwa dirinya merupakan utusan dari Kejaksaan Agung yang sedang melakukan pengawasan di Papua, sehingga  setiap aktivitas di Jembatan Holtekamp haruslah melalui ijin  dirinya.

Polsek Jayapura Selatan  dan anggota TNI-AL yang berjaga di Pos Jembatan Holtekamp yang percaya dengan pelaku, akhirnya menutup Jembatan Holtekamp untuk aktivitas umum jika tak ada izin dari pelaku yang mengaku sebagai utusan dari Kejaksaan Agung. Kedok pelaku akhirnya terbongkar setelah Polresta Jayapura Kota yang hendak melakukan kegiatan di Jembatan Holtekamp pada Sabtu (19/10), melakukan koordinasi dengan Kejaksaan Tinggi Papua terkait proses perijinan. Namun pihak Kejaksaan Tinggi mengaku kalau pelaku bukanlah jaksa Kejati Papua,  bahkan pelaku juga dalam pencarian oleh pihak Kejaksaan.

Alhasil pada Minggu (20/19), pelaku berhasil diciduk di kawasan Holtekamp dan dibawa ke Mapolsek Jayapura Selatan untuk diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Dari tangan pelaku, diamankan barang bukti berupa pakain dinas kejaksaan, tanda pangkat serta sepatu dinas, dan satu buah tanda pengenal.  

Kapolsek Jayapura Selatan, Kompol Marthen Koagow kepada wartawan di Mapolsek Jayapura Selatan, Senin (21/10) mengatakan, pelaku nekad untuk melakukan aksinya karena kesal pada Kejaksaan. Tahun 2005 ia pernah mengikuti seleksi menjadi pegawai Kejaksaan namun gagal. “Motifnya karena sakit hati, pelaku gagal mengikuti seleksi menjadi pegawai kejaksaan. Pelaku memakai baju Kejaksaan agar dihargai, bajunya  dibeli dari Makassar saat melakuan pengobatan di sana,” ungkap Kapolsek Jayapura Selatan.

Dikatakan, perbuatan pelaku telah merusak nama baik dari Kejaksaan, khususnya Kejaksaan Tinggi Papua dengan  mengaku sebagai utusan dari Kejaksaan Agung bagian pengawasan. Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal pemalsuan identitas dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. “Pelaku kita jerat pasal 263 KUHP dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. Untuk saat ini belum ada yang melapor dirugikan oleh pelaku, seperti uang misalnya. Jika ada yang merasa pernah menjadi korban dari pelaku, bisa melapor dan akan kami tindaklanjuti,” pungkasnya. (al)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed