oleh

Jadikan Sampah Lebih Bernilai

-Metro-29 views

Ketua Pengelola Bank Sampah Sorong Raya dari Yayasan Misool Baseftin, Hery Yusamandra mengatakan, Kota Sorong dinilai sebagai kota terkotor karena rendahnya pengetahuan masyarakat. Sehingga adanya sarana prasarana untuk dijadikan pusat learning center, mengolah sampah menjadi barang yang lebih bernilai ini memang sangat diperlukan.

“Dengan adanya ini, kami berharap bisa mengedukasi masyarakat dari lapisan terbawah seperti RT/RW agar mereka bisa berlatih dan melihat bahwa sampah yang selama ini mereka buang ternyata masih bisa diolah menjadi produk yang lebih bernilai,” kata Hery.

Selama ini kegiatan pengelolaan yang dilakukan oleh Bank Sampah Sorong Raya masih mengalami banyak kendala. Selain karena kurangnya kesadaran masyarakat, keterbatasan biaya juga menjadi kendalanya.

“Kami rata-rata mengeluarkan Rp 25 juta per bulan untuk mengirim sampah ini ke pulau Jawa supaya bisa di daur ulang. Semua pabrik daur ulang ada di Jawa, seandainya alat-alat itu ada di sini mungkin kami tidak perlu mengeluarkan cost yang tinggi lagi untuk mengirim sampah-sampah tadi,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepada Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Sorong, Andreas Adii, turut mengajak seluruh masyarakat Kota Sorong untuk sama-sama mendukung kegiatan ini demi mengurangi pencemaran lingkungan Kota Sorong.

“Saya apresiasi kepada PT Pegadaian atas dukungannya, saya semua elemen masyarakat dan instansi lain juga bersedia untuk membantu melancarkan program ini agar sampah yang ada di kota Sorong bisa dijadikan rupiah,”katanya. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed