oleh

Jabatan Wabup Maybrat Terancam Kosong

SORONG – Dinamika bursa pencalonan Wakil Bupati Maybrat sisa masa jabatan 2017-2022 sampai saat ini terus berlangsung. Masing-masing partai politik koalisi pemenangan Sagrim-Kocu (SAKO) yang berhak mengajukan nama calon, mempertahankan sikap dan pilihannya dalam bursa pencalonan sehingga yang terjadi saat ini muncul empat nama calon dan tiga calon berkasnya dinyatakan lengkap, yakni Sarteis Wanane dari Golkar dan PKS, Markus Jitmau dari Partai PDIP dan Leonardo Kore  dari Partai Nasdem.

Ketua Pansus Pemilihan Wakil Bupati Maybrat sisa masa jabatan 2017-2022, Thomas Aitrem mengatakan, padahal dalam ketentuan aturan peraturan perundang-undangan yang berlaku, partai koalisi harus duduk bersama menyepakati dua nama untuk selanjutnya diusulkan ke pansus untuk mendapat pengesahan dan selanjutnya diajukan ke pimpinan dewan untuk dijadwalkan paripurna pemilihan wakil bupati sesuai mekanisme dewan.

Melalui sambungan telepon seluler kepada Radar Sorong, Jumat (19/3), Thomas Aitrem mengatakan dalam waktu tiga puluh hari terhitung sejak 15 Maret sampai dengan 15 April mendatang, jika pimpinan partai koalisi belum sepakat untuk mengusulkan dua nama ke pansus, maka langkah selanjutnya yang akan dilakukan pansus adalah melaporkan seluruh tahapan dan jadwal kerja pansus ke pimpinan DPRD Maybrat dan seterusnya pimpinan dewan mengambil sikap.  

“Tahapan selanjutnya adalah kami pansus melaporkan ke pimpinan dewan dan selanjutnya pimpnan dewan mengambil sikap untuk menghentikan dan membubarkan pansus. Apabila pansus dibubarkan maka otomatis paripurna pemilihan wakil bupati dengan sendirinya dihentikan sampai dengan batas waktu yang tidak ditentukan,” kata Thomas Aitrem.

Karenanya, politisi Golkar ini mengingatkan kepada pimpinan parpol koalisi SAKO supaya ada dukungan dan kerjasamanya, supaya tidak terjadi kekosongan jabatan Wakil Bupati Maybrat. Bila tidak, maka jabatan Wakil Bupati Maybrat terancam kosong. Bila hal ini terjadi lanjut Thomas Aitrem, Bupati Maybrat akan memimpin Maybrat sendiri  tanpa wakil sampai dengan masa akhir masa jabatan 21 Agustus 2022 mendatang. ”Kalau masing masing parpol tetap ngotot mempertahankan ego masing-masing,  tidak menutup kemungkinan Bupati Maybrat Drs. Bernard Sagrim,MM sendiri memimpin sampai akhir masa jabatan,” kata Thomas Aitrem melalui sambungan telepon seluler kepada Radar Sorong, ­kemarin. (ris)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed