oleh

Instruksi Gubernur Belum Berlaku di Kota

Bioskop XXI Masih  Beroperasi Normal

SORONG – Instruksi Gubernur Provinsi Papua Barat diantaranya terkait Pembatasan Kegiatan Pelaku Usaha/Swasta, pelaksanaan kegiatan makan/minum di tempat umum (warung makan, rumah makan, kafe, pedagang kaki lima, lapak jajanan) yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang ­berlokasi pada pusat perbelanjaan/mall, hanya menerima delivery atau take away dan tidak menerima makan di tempat, rupanya belum berlaku di wilayah Kota Sorong, padahal instruksi gubernur ini berlaku mulai Senin (5/7).

PMB OPBJJ-UT Sorong

Pantauan Radar Sorong, beberapa rumah makan, restaurant, café hingga pedagang kaki lima di wilayah Kota Sorong masih melayani makan di tempat bagi konsumen. Hal tersebut lantaran Instruksi Gubernur Papua Barat belum diterima oleh para pedagang.

Salah satu pedagang Rumah Makan Sop Saudara, H. Basir mengatakan ia belum menerima surat keterangan Instruksi Gubernur Papua Barat tersebut, bahkan dari Pemerintah Kota Sorong pun belum memberikan instruksi maupun himbauan terkait instruksi Gubernur tersebut. “Waktu pandemic COVID-19 pertama, kami memang diberikan imbauan, sekarang sudah tidak lagi,” katanya.

Terkait larangan makan di tempat sesuai Instruksi Gubernur Papua Barat, Basir mengaku agak kesulitan untuk menjawab hal tersebut sebab di tempat pembelanjaan lainnya seperi supermarket dan lain sebagainya masyarakat datang dengan rombongan, berbeda dengan rumah-rumah makan yang hanya dikunjungi 1 atau 2 orang saja. “Kami pada intinya bagaimana baiknya dari pemerintah saja, karena kami di rumah makan ini masyarakat tidak rombongan, hanya 1 atau 2 orang saja yang datang, itu sudah jaga jarak ini,” ucapnya.

Diakui Basir, saat pandemic COVI-19 masuk pertama kali di wilayah Kota Sorong pada tahun 2020, rumah makannya tutup selama 3 bulan karena pembeli menurun dibandingkan dengan sebelum pandemic. “Penjualan kami mengalami penurunan hingga 40 persen hingga saat ini pun masih terus menurun,” tuturnya.

Sementara itu, kendati sudah terbit dan berlaku Instruksi Gubernur Provinsi Papua Barat terkait pembatasan kegiatan usaha terhitung mulai Senin (5/7), namun jadwal operasi Bioskop XXI yang berada di Lantai 3 Ramayana Mall Sorong masih berjalan normal.

Manager XXI Sorong, Hasriani mengungkapkan, dirinya bahkan tak tahu jika sudah diterbitkan Instruksi Gubernur sampai saat ia dimintai konfirmasi wartawan, bahkan Tim Satgas Kota Sorong juga belum menyampaikan tindak lanjut dari instruksi tersebut. “Kami tidak tahu kalau ada SE Gubernur, kami belum terima. Selama ini kami juga rajin berkoordinasi dengan Satgas Kota, nemun mereka juga belum memberikan informasi apapun terkait edaran tersebut,” kata Hasriani yang dikonfirmasi Radar Sorong, Senin (5/7).

Dikatakannya, pihaknya di XXI Sorong fleksibel dan akan sangat memaklumi. Jika memang ada edaran yang tidak mengizinkan mereka beroperasi, tentu pihaknya akan mengambil kebijakan untuk mengindahkannya. Namun jika memang masih diizinkan beroperasi dengan syarat khusus, maka XXI Sorong juga akan melakukannya. “Kami prinsipnya mendukung kebijakan pemerintah. Jika memang ada larangan, maka kami akan patuhi. Tetapi jika memang kami tetap diizinkan beraktivitas dengan syarat tertentu misalnya, maka kami juga akan melaksanakan. Yang jelas kami masih menunggu informasi dari Tim Satgas Kota Sorong,” jelasnya.

Untuk diketahui, XXI Sorong menerapkan protokol kesehatan dengan sangat ketat. Empat studio yang ada di XXI Sorong hanya boleh diisi maksimal 50 persen penonton dari total kapasitas yang tersedia. Kursi studio juga dibuat berjarak berselang-seling untuk memudahkan penonton tetap menjaga jarak selama pemutaran film berlangsung. (juh/ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed