oleh

Inovasi Pos Pengaduan HAM di Kanwil Kemenkumham PB Masuk Tiga Besar Top 45 Inovasi Pelayanan Publik 2020

MANOKWARI-Inovasi Pos Pengaduan HAM (Hak Asasi Manusia) di 50 Dedominasi Gereja di Manokwari berada di urutan ketiga Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2020 berdasarkan Keputusan Menteri Pemberdagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tjahjo Kumolo.

Kakanwil Kementerian Hukum dan HAM Prov Papua Barat, Anthonius Ayorbaba, SH bersyukur atas capaian meraih urutan ketiga Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2020 atas Inovasi Pos Pengaduan HAM (Hak Asasi Manusia) di 50 Dedominasi Gereja di Manokwari.

‘’Ini menjadi kebanggakan kita semua, inovasi yang kita laksanakan berada di urutan ketiga Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2020. Kanwil Kemenkumham Papua Barat, satu-satunya kantor wilayah yang masuk Top 45 Invoasi Pelayanan Publik,’’ tutur Ayorbaba.

Atas keberhasilan masuk dalam Top 45 Inovasi pelayanan Publik Tahun 2020, maka Pos Pengaduan HAM (Hak Asasi Manusia) di 50 Dedominasi Gereja di Manokwari yang diprakarsai Kanwil Kemenkumham PB bakal menjadi top model. ‘’Ini akan menjadi format baru yang dikembangkan. Pos Pengaduan HAM dilaksanakan di 50 dedominasi gereja di Manokwari. Kakanwil akan segera menyampaikan inovasi pengaduan HAM ini ke pemerintah Prov PB supaya dapat didukung dengan Peraturan Daerah (Perda) sehingga terus dikembangkan.

‘’Kita akan bahas dengan pemerintah Provinsi Papua Barat untuk pengaduan Pos Pengaduan HAM yang tersebar di 50 gereja. Model inovasi ini akan terus kita kembangkan agar menjadi model tersendiri di Papua Barat,’’ ujarnya lagi.

Kakanwil mengatakan, perkembangan penerapan Inovasi Pengaduan HAM ini telah disampaikan ke Menkumham Yanosa Laoli. Pos Pengaduan HAM ini akan dikembangkan tak hanya di dedominasi gereja tetapi juga tempat ibadah lainnya, Islam, Hindu, Budha.

Dia menjelaskan, ada beberapa pangaduan yang telah ditindaklanjuti Pos Pengaduan HAM, di antaranya mendampingi karyawan pabrik semen PT. SDIC Papua Cement Indonesia yang mengeluhkan sulitnya beribadah, serta mendampingi 3 ibu rumah tangga penjual miras saat diperiksa di Satreskrim Polres Manokwari.(lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed