oleh

Injil Menyelamatkan Umat dari Kegelapan

Peringatan HUT PI ke-166, Mansinam Sepi

SORONG – HUT PI ke-166 diperingati melalui perayaan Ibadah Syukur pemerintah dan masyarakat Kabupaten Maybrat yang dipusatkan di Kampung Kambuskato Distrik Ayamaru Timur Selatan. Rangkaian ibadah syukur diawali dengan pawai obor yang dimulai pukul 04.00 WIT yang melambangkan api Injil Kristus itu telah masuk menerobos kegelapan, menerangi dan memberkati seluruh pelosok tanah papua untuk menjadi berkat bagi seluruh bangsa.

Pawai obor star dari bandara Kambuaya, melibatkan delapan dedominasi jemaat, berjalan diiringi kidung pujian sejauh 2 Km. Sesampainya di lokasi ibadah, disambut iringan kidung pujian. Semangat sukacitapun tak terbendung, ratusan jemaat yang hadir larut dalam kegirangan karena api Injil itu telah menyelamatkan umatnya dari kegelapan. 

Pelaksanaan ibadah dipimpin Wakil Ketua Klasis GKI Ayamaru, Pnt. Dr. Naomi N. Howay,S.KM. M.Kes yang berlangsung hikmat. Dalam khotbahnya yang dikutip dari Kitab 2 Timotius 4 ayat 1-5 mengajarkan kita selaku orang-orang percaya yang telah dimeteraikan oleh Injil untuk selalu siap sedia baik atau tidak baik waktunya, untuk memberitakan Injil lewat perbuatan dan tingkah sebagaimana pesan Rasul Paulus kepada jemaat di Timotius.

Penampilan solo, vocal grup, paduan suara dan tari-tarian yang dipersembahkan dari berbagai jemaat, menambah sukacita jemaat yang hadir. Usai ibadah, kemudian dilanjutkan berutut-turut sambutan dari Badan Pekerja Klasis GKI Ayamaru yang disampaikan Ketua Klasis, Pdt. Bastian Bleskadit, S.Th, dilanjutkan sambutan Bupati Maybrat Drs. Bernard Sagrim,MM yang intinya meneguhkan kata Firman bahwa bicara Papua berarti bicara Injil. 

Di kesempatan tersebut, Bupati dan Ketua Klasis GKI Ayamaru yang adalah tuan dan nyonya rumah penyelenggaraan Raker IV Sinode GKI di Tanah Papua pada pertengahan Maret mendatang, mengajak seluruh umat Tuhan dari delapan dedominasi gereja agar mendukung dan menyukseskan pesta iman yang akan dihadiri kurang lebih 400 peserta dari seantero klasis GKI se-tanah Papua ini.

Sementara itu, suasana sangat berbeda terlihat di Pulau Mansinam pada perayaan HUT Pekabaran Injil (PI) ke-166, 5 Februri 2021, kemarin. Tak ada ibadah pengucapan syukur yang dihadiri ribuan orang seperti tahun-tahun sebelumnya. Suasana di Mansinam, sepi. Yang terlihat ada warga yang berwisata rohani di pulau beradaban orang Papua ini. Sebagian warga piknik sambil berfoto-foto. 

Perbedaan suasana juga terlihat dari arus penyebarangan menggunakan perahu motor tempel (longboat) dari pantai Kwawi ke Mansinam. Kemarin, hanya terdapat beberapa longboat yang mengangkut penumpang. Padahal pada perayaan tahun-tahun sebelumnya, taksi laut ini kawalahan menyeberangkan penumpang ke Mansinam dan sebaliknya.

Tak ada ibadah pengucapan syukur seperti tahun-tahun sebelumnya yang dilaksanakan di halaman Gereja Lahairoi. Sehingga pengunjung Pulau Mansinam hanya berkeliling melihat dari dekat situs-situs Pekabaran Injil seperti sumur tua peninggalan Ottow dan Geissler, monumen Pekabaran Injil, tuga pendaratan Otto dan Geissler di bibir pantai Mansinam.

Warga Pulau Mansinam tetap melaksanakan ibadah pengucapan syukur HUT PI ke-166 secara sederhana, pada pukul 06.00 WIT, menyambut fajar pagi dengan melakukan pawai obor dan puji-pujian dari tugu pendaratan, keliling gereja. Ibadah syukur dipimpin Pdt. Novita Burwos.

Kristian Rumsayor, tokoh masyarakat Mansinam, mengakui peringatan HUT PI ke-166 berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya yang dipadati umat. Tahun ini peringatan dan ibadah syukur dilaksanakan di lingkungan jemaat karena kondisi pandemi virus corona (Covid-19) dan perintah BP AM Sinode GKI di Tanah Papua. “Kita bersyukur masih bisa melaksanakan ibadah walaupun di lingkungan jemaat. Kita tetap senang  hati. Ibadah dengan tetap mengikuti protokol kesehatan,” ujar Rumsayor  yang sering memadu wisatawan di Mansinam.

Sementara itu, PGGP (Persatuan Gereja-Gereja  Papua) di Provinsi Papua Barat akan melaksanakan ibadah pengucapan syukur HUT PI -166 pada Minggu (8/2/2021) Ibadah secara virtual akan dihadiri Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, Kapolda Irjen Pol. Dr. Tornagogo Sihombing dan pimpinan gereja.

Peringatan dan ibadah bertema ‘’Ketahuilah Aku Menyertai Kamu Hingga Akhir Zaman’’ (Mathius 28 : 20). Ketua PGGP Provinsi Papua Barat, Pdt Sherly Parinussa, STh akan bertindak sebagai pembawa firman Tuhan.

Keputusan meniadakan peringatan dan ibadah syukur HUT PI ke-166 terpusat di Pulau Mansinam berdasarkan hasil rapat BP AM Sinode GKI di Tanah Papua. Pdt Yohanes Mamoribo mengatakan, pencegahan penyebaran Covid-19 menjadi alasan utama mengapa ibadah HUT PI ke-166 tak dipusatkan di Mansinam. “BP AM Sinode GKI menganjurkan kita semua bahwa perayaan 5 Febuari 2021 dilaksanakan di masing-masing jemaat,” tuturnya. (ris/lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed