oleh

Inginkan Pelantikan Bupati-Wabup Secara Tatap Muka

Rumbino : Momen Lima Tahun Sekali, Masyarakat Sangat Ingin Menyaksikan Secara Langsung

MANOKWARI – Pelaksana Harian (Plh) Bupati pada 4 kabupaten se-Papua Barat, sepakat agar pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih 2021-2026 dapat dilaksanakan secara tatap muka langsung, bukan secara virtual atau teleconference. Kesepakatan ini tertuang dalam berita acara hasil rapat di kantor gubernur Papua Barat, Senin (22/2).

Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi  Papua Barat, Agustinus Rumbino,S.IP,M.Si mengatakan, kesepakatan keempat Plh Bupati ini untuk menyikapi Surat Kemendagri yang menyatakan bahwa pelantikan bupati dan wakil bupati di masa pandemi virus corona (Covid-19) dilaksanakan secara teleconference, yakni Gubernur berada di ibukota provinsi sedangkan bupati-wakil bupati yang akan dilantik berada di kabupaten masing-masing.  

“Para Plh Bupati meminta supaya pelantikan (bupati-wakil bupati terpilih) dilaksanakan secara tatap muka seperti biasa. Ini kan momen lima tahun sekali, masyarakat sangat ingin menyaksikan secara langsung,” ujar Rumbini kepada Radar Sorong, kemarin. 

Para Plh Bupati Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak dan Raja Ampat menyatakan akan mematuhi protokol kesehatan saat pelantikan. Undangan yang akan menghadiri pelantikan akan dibatasi.  Para Plh Bupati juga beralasan, pelantikan secara virtual/teleconference sangat tergantung pada jaringan internet. Di Kabupaten Pegunungan Arfak, jaringan internet sangat buruk. “’Ya, para Plh Bupati sepakat agar pelantikan secara tatap muka langsung dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, tamu undangan akan dibatasi,” tuturnya.

Hasil rapat salah satunya memutuskan pelantikan dilangsungkan secara tatap muka langsung dituangkan dalam berita acara yang akan diteruskan ke Kemendagri. Pemerintah pusat diharapkan merespon usulan ini. “Kita akan membuat surat gubernur, meminta kebijakan pemerintah pusat agar pelantikan bupati dan waki bupati secara tatap muka langsung dengan undangan yang terbatas,” jelas Rumbino.

Karo Pemerintahan mengatakan, DPRD Kabupaten   Manokwari, Manokwari Selatan dan Raja Ampat telah mengirim dokumen berkas persyaratan bupati-wakil bupati untuk diteruskan ke Mendagri. Sedangkan berkas bupati-wakil bupati Pegaf telah dikirim ke Kemendagri lebih awal. “Semua berkas lengkap. Kita harapkan dalam waktu dekat sudah diterbitkan SK Mendagri,” ujarnya.

Tersiar kabar, pelantikan pasangan bupati-wakil bupati terpilih Manokwari, Mansel, Pegunungan Arfak dan Raja Ampat akan dilaksanakan secara serentak pada 26 Februari. Meski begitu, Karo Pemerintahan masih menunggu instruksi langsung dari Kemendagri. “Memang informasi  yang beredar pelantikan tanggal 26 Februari dengan pertimbangan masa jabatan Plh Bupati hanya bisa 1-2 minggu,” ucapnya.

Seperti diketahui, Kemendagri telah mengirim surat Mendagri Nomor : : 131/966/0TDA  tanggal 15 Februari, daerah yang masa jabatan kepala daerahnya berakhir 17 Februari, maka pelantikan bupati-wakil bupati terpilih dilaksanakan pada minggu keempat Februari. Sedangkan pelantikan bupati-wakil bupati pada kabupaten lainnya dilaksanakan pada tahap kedua. Pelantikan bupati-wakil bupati pada masa pandemi Covid-19 dilaksanakan seara virtual/teleconference. Gubernur yang akan melantik tetap berada di ibukota provinsi, sedangkan bupati dan wakil bupati yang akan dilantik di daerah masing-masing. (lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed