oleh

Imelda Bantah Suami dan Iparnya ‘Pelaku’

SORONG – Imelda Karaute membantah pemberitaan yang mengatakan bahwa dua orang yang diamankan pihak kepolisian Polres Sorong Kota yang diduga adalah pelaku dari penyerangan sopir taksi Aimas berinisial JS pada Kamis 10 September 2020 kemarin. Menurut Imelda, kedua orang tersebut yakni suami dan kakak iparnya adalah korban dari serangan oknum sopir taksi sebelum adanya aksi saling serang.

Imelda menceritakan awal kejadian hingga berujung pada saling serangnya kedua kubu pada hari Kamis 10 September 2020 sekitar pukul 17.30. Semua berawal ketika Imelda bersama suami dan  mama mantunya berjalan dari rumah hingga depan Puskemas Remu, tepatnya samping pagar Puskesmas untuk mencari taksi menuju ke Aimas. 

Kemudian sopir taksi Aimas, JS saat memarkirkan kendaraanya dengan memundurkan mobilnya, sopir tersebut tidak melihat Imelda di belakang mobil dan menyenggol Imelda. Sontak hal tersebut membuat Imelda kaget dan mengetuk kaca bagian belakang taksi tersebut. “Saya bilang, eh ko mundur itu lihat ke belakang ada orang kah tidak, baru mundur,” jelas Imelda kepada Radar Sorong, kemarin.

Sopir tersebut lanjut Imelda, kemudian turun dan berjalan begitu saja ke arah teman-temannya yang berada di dalam mobil taksi Aimas lainnya tanpa meminta maaf kepada Imelda. Sehingga suaminya pun menahan sopir tersebut dan mengatakan ‘Ko tabrak sa pu maitua baru tidak meminta maaf’, sopir taksi tersebut langsung mengatakan ‘Terus kau mau bikin apa saya’. “Kalau dia minta maaf, maka tidak ada persoalan. Tapi kata-kata yang keluar itu yang saya punya suami tidak terima, sehingga terjadi perkelahian antara keduanya,” jelas Imelda.

Kemudian sambung Imelda, mama mantunya pun ingin melerai, akan tetapi empat oknum sopir keluar, dan tiga orang keroyok suaminya sedangkan satu sopir lainnya mengambil parang dan mengejar sehingga Imelda, suami dan mertuanya lari pulang ke rumahnya. Selanjutnya Imelda bersama mertuanya ke Polres Sorong kota untuk melaporkan kejadian tersebut. “Sekitar 3 jam kita duduk di Polres Sorong Kota tapi tidak ada gerakan dari pihak kepolisian untuk amankan, padahal tujuan kita kesana agar polisi datang untuk mencari oknum sopir taksi tersebut agar bisa dibicarakan dan berdamai,” ungkapnya.

Tiba-tiba lanjut Imelda, salah satu warga kompleks juga mendatangi kantor Polres Sorong Kota melaporkan bahwa beberapa oknum sopir taksi sudah menyerang kompleks dengan membawa alat tajam dan menyabet tangan ES (Kakak Ipar korban/Imelda), sehingga terjadilah saling serang kedua kubu tersebut. “Mereka datang serang kita disini padahal warga disini tidak tahu apa-apa, kami serang juga hanya dengan kayu dan tangan kosong. Ada parang, tapi itu parang yang digunakan oleh oknum sopir yang anak-anak sini pukul dengan kayu dan ambil parangnya,” ungkapnya.

Warga menyesalkan keterlambatan pihak kepolisian dalam merespon laporan pertama Imelda, seandainya pihak kepolisian langsung mengambil tindakan maka kejadian tersebut tidak akan terjadi. Warga pun sangat menyesalkan dengan adanya pemikiran bahwa masalah berawal karena adanya pemalakan, padahal hal tersebut tidaklah benar. “Kami disini tidak ada pemalakan, itu kami tidak terima,” ungkapnya.

Ketua Dewan Adat Masyarakat Yapen Waropen Sorong Raya, Fredy S. Sawaki sekaligus Wakil Ketua Satu Lintas Suku Asli Papua Kota Sorong mengatakan persoalan kalau sudah masuk ke dalam ranah hukum maka lanjutkan. Fredy bahkan menginginkan agar duduk bersama untuk mengatasi persoalan yang terjadi meskipun pihaknya berada di posisi korban.

Dikatakannya, isu yang berkembang bahwa dua orang yang ditahan oleh Polres Sorong Kota adalah pelaku, padahal kedua orang tersebut adalah korban. Karena itu, Fredy pun menegaskan agar pihak kepolisian mengeluarkan dua orang tersebut. Menurutnya, yang mengambil tindakan dan menimbulkan adanya korban adalah pihak oknum sopir Aimas tersebut. “Mereka yang serang duluan dan mereka yang sebabkan timbulnya kasus,” tegasnya. Fredy pun menegaskan bahwa stabilitas keamanan di Kota Sorong tetap terjaga dengan baik. (Juhra Nasir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed