oleh

Idul Adha, 485 Sapi dan 16 Kambing Disembelih

-Manokwari-788 views

MANOKWARI-Sebanyak 484 ekor sapi dan 16 ekor kambing disembelih dan menjadi hewan kurban Idul Adha 1440 Hijriah/2019. Penyembelihan dilaksanakan di sejumlah masjid dan tempat-tempat lainnya.

Selain umat  Islam, hewan kurban berasal dari para pejabat, instansi pemerintah, swasta, sekolah-sekolah maupun organasi kemasyarakatan. Seperti Gubernur Papua Barat menyumbang 63 ekor sapi, keluarga Demas Paulus Mandacan (Bupati Manokwari) menyumbang 78 ekor sapi, Polda  Papua Barat 5 sapi, BRI Manokwari 4 sapi, Paud Kuncul Melati Aisiyah 4 sapi, Polres Manokwari 4 sapi, Kerukunan Luwu Raya 7 sapi dan lainnya.

Pengumpulan dan penyembelihan hewan kurban dilakukan pada 36 tempat di Manokwari, seperti di Masjid Ridwanul Bahri Fasharkan TNI-AL sebanyak 24 ekor sapi, Masjid Darul Ulum Amban 14 sapi, Masjid Istiqlal Makodam XVIII/Kasuari 10 sapi dan 4 kambing, Masjid Al-Muttaqin Kampung Ambon 9 sapi, Masjid At-Taqwa Kampung Makassar 16 sapi, Masjid Al-Kautsar 13 ekor sapi.

Pemotongan hewan kurban di Masjid Al-Ikhlas Kodim 1801/Manokwari diawali dengan sambutan dan penyerahan hewan kurban oleh Kasdim 1801/Manokwari Mayor Kav Abdul Mufid kepada Ketua Panitia Sugiyanto yang didampingi Para Pasidim 1801/Manokwari.

Hewan kurban di Masjid Al-Ikhlas Kodim 1801/Manokwari, sapi 7 ekor dan kambing 3 ekor. Kasdim Mayor Kav Abdul Mufid mengatakan, banyak hikmah yang petik dari perayaan Idul Adha seperti ini, disamping untuk memupuk rasa kepedulian terhadap sesama umat Muslim. “Kita juga telah ikut membantu untuk membahagiakan saudara-saudara kita yang kurang mampu dengan membagikan daging kurban,’’ ujarnya.

Dalam pemotongan hewan kurban ini, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Papua Barat dan Dinas Pertanian Manokwari bekerja sama dengan Fakultas Pertenakan Unipa serta Politeknis Pembangunan Pertanian (Polbangtan)  menurunkan petugasnya disebar ke sejumlah masjid. Mereka melakukan pemeriksaan sebelum pemeriksaan padai mulut hingga organ dalam seperti hati.

“Sebelum dipotong dilakukan pemeriksaan juga setelah pemotongan. Namun untuk  hewan kurban ini kan sebelumnya sudah dipilih baik dan layak dikonsumsi,” ujar Fatem.

Kadis Kesehatan Hewan dan Kesehatan Hewan Prov Papua Barat, drh. Fetus Fatem mengatakan, beberapa hari sebelum pemotongan hewan kurban pihaknya telah menyebarkan surat edaran ke masjid-masjid. Selain terkait dengan kesehatan, Dinas Peternakan juga mendata jumlah hewan sapi dan  kambing yang dipotong di seluruh Papua Barat. “Data hewan kurban dilaporkan ke Kementerian Pertanian,” pungkasnya.(lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed