oleh

Ibarat Jatuh, Tertimpa Tangga Pula !

Bupati Maybrat Serahkan Peralatan Sekolah ke Siswa Pengungsi Aifat

SORONG – Bupati Maybrat, Dr.Drs. Bernard Sagrim,MM menyatakan prihatin dan empatinya terkait situasi yang terjadi di Kabupaten Maybrat. Bencana non alam pandemi Covid-19 yang masih menghantui masyarakat, ditambah lagi dengan peristiwa berdarah 2 September lalu di Kisor membuat kita semakin menderita. 

PMB OPBJJ-UT Sorong

”Ibarat kita sudah jatuh, tertimpa tangga pula,” kata Bupati Maybrat saat penyerahan bantuan peralatan sekolah kepada siswa pengungsi Aifat. Kendati demikian, Sagrim menegaskan, sebagaimana diamanatkan dalam mukaddimah pembukaan UUD 1945 alinea keempat bahwa negara, pemerintah hadir untuk melindungi segenap rakyatnya.

Didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maybrat, Korneles Kambu,S.Sos,MSi dan sejumlah pejabat, Selasa (14/9), Bupati Maybrat secara marathon menyalurkan bantuan peralatan sekolah kepada ratusan siswa SD,SMP dan SMA yang tersebar di beberapa sekolah di wilayah Aitinyo Raya, Aifat Utara serta Aifat Raya. 

Peralatan sekolah berupa seragam, sepatu, kaos kaki, buku sekolah, balpoin, pensil dan tas sekolah, khusus diberikan kepada siswa di 15 SD dan dua SMP di wilayah Kisor Aifat Selatan Raya, Kamat Wilayah Aifat Timur Raya dan Susumuk Raya. Selain menyerahkan paket kebutuhan sekolah, Bupati Maybrat bertatap muka dengan para orang tua siswa, para tokoh dan dewan guru serta komite sekolah.

Sagrim mengatakan, di tengah menghadapi gelombang masalah yang menimpa kita dan keluarga kita, hendaknya kita untuk terus berdoa serta mengucap syukur dalam suka maupun duka yang kita hadapi. ”Kita tetap berdoa, kita tetap semangat karena kita yakin bahwa Tuhan pasti siapkan hari esok yang lebih baik daripada hari ini,” tutur Sagrim.

Orang nomor satu di Kabupaten Maybrat ini memberikan motivasi kepada para siswa yang hadir. ”Anak-anak tetap semangat ya! Kalau ada kendala, masalah apa-apa, kontak bapa langsung. Ini catat bapa punya no hp,” kata Sagrim sembari mengingatkan kepada para guru dan pihak dinas serta pejabat yang berasal dari daerah Aitinyo supaya berperan aktif untuk memperhatikan kebutuhan para siswa maupun kebutuhan makan-minum keluarga yang mengungsi sementara waktu. 

Usai menyerahkan peralatan sekolah di Aitinyo, prosesi yang sama juga dilakukan di Ayawasi dan Kumurkek. Selain menyerahkan peralatan sekolah, juga dilakukan pelayanan kesehatan massal gratis kepada warga masyarakat. (ris)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed