oleh

Ibadah Natal tetap Terapkan Protokol Covid-19

Hindari Klaster Gereja         

MANOKWARI – Perayaan Natal dan Tahun Baru kali ini dihadapkan pada pandemi virus corona (Covid-19). Ketua PGGP (Persatuan Gereja-Gereja di Papua) Provinsi Papua Barat, Pdt Sherly Parinussa, STh mengingatkan umat  untuk memperhatikan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19.   

Gereja lanjut Pdt Sherly akan mematuhi imbauan dari pemerintah. Lagi pula Kementerian Agama telah menyampaikan panduan terkait dengan pelaksanaan ibadah perayaan Natal dan  Tahun Baru. ‘’Sudah ada panduan dari Kemanag, bagaimana perayaan Natal dan Tahun Baru di tengah pandemi Covid-19,’’ tutur Pdt Sherly saat ditemui di Kanwil Kemenkumham Papua Barat.

Perayaan Natal yang sederhana, menurut Ketua PGGP sesuai dari intisari dari perayaan Natal yakni tidak mengedapankan euforia, tetapi lebih pada persekutuan kecil di tengah keluarga, serta sikap berbagi.

  PGGP terus memantau perayaan sepanjang minggu-minggu Advent menyongsong perayaan menyongsong Natal. Hal ini dimaksudkan, ibadah dilaksanakan sesuai imbauan pemerintah, menerapkan protokol kesehatan. Sejumlah jemaat maupun organisasi kemasyarakatan telah menyelengarakan ibadah Natal. 

  ‘’Tidak ada artinya kita merayakan Natal tanpa ketaatan, sesungguhan untuk memenuhi prosedur menghindari dan meminimalkan penularan Covid-19,’’ tuturnya. Ketua PGGP tak menghendaki gereja menjadi klaster penularan virus Covid-19. Imun dan aman menjadi panduan gereja dalam melaksanakan  ibadah. ‘’Gereja harus menjadi rumah sehat, sehingga semua yang datang untuk beribadah  harus mematuhi semua aturan yang berlaku,’’ tuturnya.

  Dikatakan, jemaat diperbolehkan menyelenggarakan ibadah Natal dan Tahun baru di gereja masing-masing. Namun demikian, harus menetapkan protokol kesehatan, pencegahan Covid-19, menjaga jarak, menyediakan tempat cuci tangan, memakai masker dan tidak berkerumun. 

 ‘’Perayaan Natal tidak akan hilang makna kalau menerapkan protokol kesehatan. Konvoi atau parade Santau Klaus juga harus dibatasi jumlahnya, hindari kerumunan. PGGP akan terus menghimbau agar kita semua aman dan terhindar dari penularan virus ini,’’ ujarnya lagi. 

Ada 5 ibadah besar yang akan dilaksanakan pada perayaan Natal akan dimulai tanggal 24 Desember malam, 25 Desember pagi dan 26 Desember pagi. Selanjutnya perayaan Tahun Baru pada malam serta 1 Januari. ‘’Kita berharap semua tetap berjalan dengan memperhatikan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan,’’ ujarnya.

Jemaat bisa mengikuti 5 ibadah tersebut baik secara langsung di gereja maupun secara virtual. Sejumlah gereja besar dengan jemaat  yang banyak bakal menyelenggarakan ibadah disiarkan secara virtual. ‘’Mungkin ada gereja  yang 40-50 persen mengikuti secara tatap muka, lainnya bisa mengikuti dari rumah. Kita hindari kerumunan dalam jumlah banyak,’’ tambahnya.(lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed