oleh

Ibadah Natal Disiarkan Virtual

Hindari Kerumunan, Polisi Bangun Pos PAM Dekat Gereja

MANOKWARI – Ketua PGGP (Persatuan Gereja-Gereja di Papua) Provinsi Papua Barat, Pdt Sherly Parinussa,STh mengatakan, mereka akan mematuhi imbauan dari pemerintah terkait penerapan protokol kesehatan dalam pelaksanaan ibadah Natal dan Tahun Baru.  “Perayaan Natal tidak akan hilang makna kalau menerapkan protokol kesehatan. Sudah ada panduan dari Kemenag, bagaimana perayaan Natal dan Tahun Baru di tengah pandemi Covid-19,” tutur Pdt Sherly.

Ada 5 ibadah besar yang akan dilaksanakan pada perayaan Natal akan dimulai tanggal 24 Desember malam, 25 Desember pagi dan 26 Desember pagi. Selanjutnya perayaan Tahun Baru pada malam serta 1 Januari. Jemaat bisa mengikuti 5 ibadah tersebut baik secara langsung di gereja maupun secara virtual.  “Sejumlah gereja besar dengan jemaat  yang banyak bakal menyelenggarakan ibadah disiarkan secara virtual. “Mungkin ada gereja  yang 40-50 persen mengikuti secara tatap muka, lainnya bisa mengikuti dari rumah. Kita hindari kerumunan,” ucapnya. 

Sementara itu, Polda Papua Barat dan Polres jajaran sudah membangun sejumlah Pos Pengamanan (PAM) dan Pos Pelayanan. Pos-pos ini didirikan dekat gereja yang akan melaksanakan ibadah Natal dan Tahun Baru, pusat perbelanjaan atau keraimanan serta tepat wisata. Di Manokwari, Polres Manokwari mendirikan Pos PAM dan Pelayanan di depan Gereja Ebenheizer, Jalan Gunung Salju, Fanindi, di depan Orchid Supermarket di Jalan Merdeka, di dekat Pasar Sanggeng, dan di Pasar Wosi.

Kapolda Papua Barat Irjen Pol. Dr. Tornagogo Sihombing mengatakan, dalam pengamanan Natal dan Tahun Baru lewat Operasi Lilin Mansinam 2020 yang dilaksanakan selama 15 hari, 21 Desember 2020 hingga 4 Januari 2021, Polda Papua Barat dan Polres jajaran mengerahkan 1.994 personel, terdiri dari 1.281 personel Polri, serta 713 personel gabungan dari unsur TNI.  Sebanyak 22 Pos Pengamanan, 19 Pos  Pelayanan, serta 1 Pos Terpadu dibangun di sejumlah lokasi. “Personel harus betul-betul memberi rasa aman kepada masyarakat yang merayakan Natal dan Tahun Baru. Semua elemen bersama TNI dan Polri diharapkan turut mengamankan gereja dan tempat-tempat keramaian, termasuk di bandara,” ujarnya kepada wartawan.

Secara khusus Kapolda mengingatkan para personel polisi dan komponen masyarakat untuk memperhatikan protokol kesehatan. Dia tak menghendaki perayaan Natal dan Tahun Baru ini menimbulkan klaster baru penularan virus corona (Covid-19). “Covid-19 itu nyata dan dapat menjangkiti siapapun tanpa melihat status. Jangan kita anggap remeh,” pesannya.

Kapolda menegaskan, dengan kondisi yang ada, maka di tahun 2020 ini sangat tidak memungkinkan untuk melakukan suatu kegiatan akibatnya berdampak buruk. Aspek kesehatan masyarakat menjadi hal  penting. “Kita tidak tahu apakah tubu kita bisa menghadapi Covid. Sudah banyak contoh dan kesaksian yang pernah terkena Covid, itu bukan hanya isapan jempol  tetapi benar ada,” tandas Kapolda.

Personel TNI dan Polri yang bertugas di lapangan tidak hanya mengamankan, tetapi juga mengawasi penerapan protokol kesehatan. Jemaah diminta memakai masker, tempat duduk di dalam gereja dibuat berjarak. “Mana kursi  yang boleh diduduki dan mana yang tidak boleh diduduki,” ujarnya.

Kapolda juga tak menghendaki saat ibadah terjadi kerumunan atau jemaah membludak di dalam gereja. Jemaat bisa mengikuti ibadah Natal dan Tahun Baru secara virtual atau live streaming. “Ini akan menjadi malapetaka kalau situasi membludak. Kasihan kalau ada keluarga kita terjangkit,” tuturnya. 

Secara Resmi, Gubernur dan Sekda  PB Umumkan Tak Open House Natal

Demi pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19), Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan dan keluarga tak melaksanakan open house pada perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. Gubernur sebaliknya mengingatkan, semua komponen masyarakat terutama umat Kristiani di daerah untuk untuk merayakan Natal secara sederhana, menghindari kerumunan yang dapat berpotensi terjadi penularan Covid-19. “Mari kita semua menjaga diri dan keluarga. Mari kita sambut Natal dengan suka cita. Natal kali ini saya dan keluarga tidak adakan open house,” kata Gubernur saat memberi sambutan pada penyerahan SK CPNS dan P3K, Rabu (23/12).

Gubernur meminta masyarakat untuk tetap waspada mematuhi protokol kesehatan, selalu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Kepada para pejabat juga diingatkan tak perlu melakukan open house. “Kita akan menghadapi perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru. Saya dan keluarga tidak open house ya pada tanggal 25 Desember atau 1 Januari. Kita rayakan Natal dan Tahun Baru bersama keluarga. Kita hindari kerumunan untuk pencegahan penularan virus corona,” tutur Gubernur.

Sekda Papua Barat Drs. Nataniel Mandacan dan keluarga juga memutuskan tak melakukan open house Natal dan Tahun Baru.  Secara resmi, Sekda telah mengeluarkan pengumuman tidak melaksanakan open house Natal, 25-26 Desember 2020 dan Tahun Baru 1 Januari 2021. “Dalam rangka penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 di wilayah Provinsi Papua Barat, maka dengan ini kami sampaikan bahwa Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan dan Sekretaris Daerah, Drs. Nataniel Mandacan tidak melaksanakan open house Natal dan Tahun Baru 1 Januari 2021,” demikian bunyi pengumuman yang ditandatangani Sekda, disebar ke kantor OPD.

Langkah serupa juga diikuti para pejabat di lingkungan pemerintah Kabupaten Manokwari. Plh Sekdakab Manokwari, Dra. Mersiyanah Djalimun telah mengeluarkan pengumuman tidak open house Natal dan Tahun Baru. (lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed