oleh

Hutan Papua Status Warning

MANOKWARI – Ridho, personel band legandaris Slank, ikut peduli terhadap pelestarian hutan Papua. Gitaris Slank ini digandeng Econusa mengkampanye­kan menjaga hutan Papua.  

Bersama CEO Econusa, Bustar Maitar, Ridho dan pegiat konservasi lainnya, selama beberapa hari melancong ke sejumlah lokasi di Kabupaten Pegunungan Arfak, Manokwari Selatan dan Manokwari.  Menyaksikan berbagai keindahan alam, hutan yang masih perawan, keberadaan burung pintar, pohon pisang raksasa di Pegunungan Arfak dan tentunya bird of paradise atau burung Cenderawasih.

Pengalaman beberapa hari melakukan perjalanan di Pegaf dan Mansel ini diutarakannya pada acara bincang-bincang bersama para jurnalis di Manokwari, Senin (22/6) malam, dihadiri Bustar Maitar. Perbincangan berlangsung santai namun penuh makna di Café Matoa, bernuansa alam terbuka.

Mengawali perbincangan, Ridho yang berkacamata minus ini mengajak anak-anak muda Papua untuk lebih mengenal budaya dan alamnya serta potensi kekayaan alam daerahnya. “Bila kita mengenal budaya dan alam, kita akan  lebih mencintai daerah kita sendiri. Kalau tidak kenal, maka tak akan cinta. Kalau kita kenal dan cinta, maka kita akan jaga. Itu sudah menjadi satu,” tutur Ridha yang tampil santai berbaju kaos.

Kekayaan alam merupakan pemberian Tuhan yang tetap harus dijaga. Kekayaan dan keindahan alam tidak hanya untuk era saat ini tetapi juga bagi anak cucu kemudian hari. “Aku berharap anak-anak muda di sini bisa menjaga dan akhirnya mencintai alam,” lanjutnya.

Bagi Ridho berkunjung ke Pegaf dan menyaksikan sendiri kondisi hutan serta keberadaan burung pintar, cenderawasih merupakan pengalaman seru. Ekosistem hutan di Papua Barat umumnya masih terjaga. Kesadaran masyarakat akan kekayaan alamnya dinilai Ridha sebagai salah satu mengapa hutan di Papua masih lestari. Bahkan sebagian masyarakat secara sadar memanfaatkan pesona alam ini sebagi ekowisata.  “Pandangan saya, ekowisata itu berarti ada kesadaran dari masyarakat yang mencoba melestarikan dan menjaga ekosistem. Wisata dikombinakan dengan ramah lingkungan,” ujarnya.

Ridho mengaku terharu dengan kiprah masyarakat adat yang mampu menciptakan peluang usaha atau ekowisata dengan memanfaatkan keindahan alam. Secara tidak langsung ekowisata berarti telah menjaga pelestarian.  Namun, gitaris Slank ini juga mengingatkan, jangan sampai flora dan fauna menjadi langkah karena ulah manusia itu sendiri. Burung dan tanaman endemic harus tetap dijaga.

Kondisi  di Pegunungan Arfak keren, tetapi menurut Ridha, dalam status warning. Hutan  Papua masih sangat lebar, dengan berbagai jenis pohon. ‘’Bagus tapi sudah warning. Artinya, itu berapa lama lagi akan tetap bertahap. Yang sudah bagus ini harus tetap dipertahankan. Tetapi saya melihat memang kondisinya sudah warning banget,” tandasnya. (lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed