oleh

HUT ke-70, Polairud Tingkatkan Patroli

-Metro-199 views

SORONG – Provinsi Papua Barat memiliki garis pantai yang cukup panjang yakni kurang lebih 1 Juta Kilometer. Dengan panjang garis pantai tersebut, tugas pengamanan maupun patroli yang dilakukan oleh Satuan Polisi Laut dan Udara (Polairud) Papua Barat semakin meningkat mengingat tingkat ancamanan di wilayah perairan Provinsi Papua Barat semakin besar.
Hal ini sangat miris mengingat personel Polairud serta fasilitas-faslitas Polairud masih terbatas.

Namun, di tengah keterbatasan tersebut Polairud diharapkan tetap membangun kekuatan dan kemampuan agar dapat bekerja lebih optimal dan maksimal
Wakapolda Papua Barat, Brigjen Patrige R. Renwarin, S.H.,M.Si menjelaskan di usia atau HUT Polairud yang ke-70 tahun pada tanggal 1 Desember 2020, diharapkan semakin kuat untuk menjaga keamanan di wilayah perairan atau 12 mil dari garis pantai yang merupakan tanggung jawab Polairud meskipun di tengah-tengah keterbatasan yang ada.

PMB OPBJJ-UT Sorong

“Kami berharap semua masyarakat bisa memahami bahwa di tengah situasi keterbatasan saat ini, Polair masih terus membangun kekuatan dan kemampuan untuk dapat bekerja lebih maksimal lebih optimal,”jelasnya kepada awak media, kemarin.
Sebagai salah satu kepolisian daerah Papua Barat, Polairud pasti menjadi perhatian dari pimpinan pusat sebab setiap tahunnya, Polairud selalu mendapatkan satu ada dua armada tambahan baik yang berukuran besar, sedang maupun kecil.
Sehingga, diharapkan pada tahun – tahun berikutnya Polairud tetap mendapatkan bantuan armada maupun alokasi personel yang disiapkan untuk Polda Papua Barat.

“Dengan alokasi personel Polairud yang banyak, maka diharapkan Polair bisa menjaga wilayah perairan di sepanjang Papua Barat,”ungkapnya.
Wakapolda Papua Barat mengakui, patroli maupun pengamanan laut di perairan Provinsi Papua Barat pastinya selalu dilakukan oleh Polairud karena hal tersebut merupakan tugas pokok Polairud dan disesuaikan berdasarkan jadwal rencana kegiatan yang telah disusun selama 1 tahun anggaran.

“Mereka melaksanakan patroli rutin di ­wilayah-wilayah rawan yang sudah diidentifikasi sesuai dengan hasil pemetaan, patroli juga bukan hanya karena HUT saja, tapi memang sudah terjadwal,”ungkapnya.
Diakui Wakapolda kehadiran Dir Polairud di Kota Sorong, lantaran di wilayah Sorong Raya ini memiliki tingkat ancaman yang cukup tinggi karena merupakan pintu masuk ke wilayah-wilayah lainnya di Papua maupun Papua Barat.
Oleh sebab itu, Kota Sorong terpilih untuk dibangun kekuatan maupun peralatan tugas ­Polairud.

“Kantornya di sini dulu, dan yang di Manokwari bukan berarti dikesampingkan tetapi di sana ­nanti akan dibangun lebih besar lagi Satpolair Polres Manokwari,”pungkasnya.
Rangkaian kegiatan HUT Polairud yang ke-70 tahun tersebut diantaranya, penyerahan tali kasih kepada para Purnawirawan Polairud, acara syukuran sederhana dan sejumlah kegiatan lainnya. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed