oleh

HUT ke-54, Kabsor Raih Rekor MURI

-Metro-84 views

AIMAS – Memperingati HUT ke-54 Kabupaten Sorong, Bupati Sorong, Dr. Johny Kamuru, SH, M.Si mendapatkan kabar gembira dengan diberikannya piagam dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Penghargaan tersebut diberikan atas rekor jembatan kayu terpanjang 3.305 meter yang menjadi akses untuk menuju kampung wisata Malagufuk di Distrik Makbon.

Bupati menyebutkan, penghargaan tersebut merupakan berkat tersendiri karena diberikan pada hari ulang tahun Kabupaten Sorong. Apalagi, tujuan awal pembangunan jembatan tersebut bukanlah untuk mendapatkan prestasi atau rekor.

PMB OPBJJ-UT Sorong

“Oh tentunya saja sangat bahagia, sebagai bupati saya sangat bahagia. Karena selama ini saya memang tidak sedang mengejar prestasi, awal pembangunan jembatan bukan untuk mendapatkan rekor MURI,” ujar bupati.

Menurut bupati, pembangunan jembatan tersebut hanyalah untuk mencapai visi misi bupati yang memang sudah sejak awal digagas. Namun, dengan sendirinya prestasi itu datang seiring dengan tuntasnya misi bupati untuk membangun jembatan kayu sebagai akses menuju Kampung Wisata Malagufuk.

“Kita hanya fokus untuk mencapai visi dan misi seperti tujuan awal, tapi dengan sendirinya prestasi itu datang. Puji Tuhan ini sangat luar biasa hari ini kita dapat penghargaan rekor Muri tepat di hari jadi kabupaten tercinta ini,” lanjutnya.

Jembatan kayu tersebut dibangun dengan jangka w aktu 3 tahun anggaran. Harapan bupati dengan terwujudnya jembatan tersebut adalah untuk menghidupkan destinasi yang ada di Malagufuk, serta mempermudah wisatawan untuk menuju destinasi tersebut. Namun karena keterbatasan anggaran, sehingga pembangunanya, memang harus dilakukan secara bertahap.

Bupati menuturkan, perjalanan panjang usia Kabupaten Sorong sudah cukup maksimal. Namun catatan yang menjadi PR bahwa, bupati dan wakil bupati tetap fokus pada visi  misi yang telah dibangun sejak awal. Hal tersebut juga diungkapkannya sesuai visi misi bupati dan wakil bupati yang sebagian besar telah tercapai.

“Kami tetap fokus pada visi misi sejak awal. Karena Kabupaten Sorong ini sudah lama ada, namun kami baru masuk di tengah-tengah perjalanan Kabupaten ini, pada usia ke 50 tahun dan sampai saat ini. Di usia itulah kami berupaya mewujudkan hal-hal apa yang sudah kami janjikan,” kata bupati.

Saat ini, imbuh Bupati, 70-80 persen visi misi bupati dan wakil bupati telah tercapai, hanya tersisa sekitar 20 persen saja program yang belum maksimal. Namun yang menjadi quick win atau program mendasar yang sifatnya prioritas sudah tercapai seluruhnya.

Tidak bisa dipungkiri bahwa kondisi pandemi cukup membuat beberapa program yang belum maksimal, karena ada pemangkasan serta refocusing anggaran. Namun bupati optimis bahwa sebelum masa jabatannya usai, segala hal pasti diupayakan

Untuk saat ini, pihaknya masih berjalan normal dengan kemampuan anggaran yang ada. Ia berpesan kepada seluruh OPD untuk lebih berhati-hati dalam melaksanakan program dengan memanfaatkan anggaran yang terbatas dengan sebaik-baiknya.(ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed