oleh

Hotel Wajib Laporkan Tamu Orang Asing Bila Tak Didenda Rp 25 Juta

MANOKWARI-Kantor Keimigrasian meminta dukungan dari pelaku usaha perhotelan atau penginapan untuk dapat melaporkan setiap tamu asing lewat Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA). Demikian juga perusahaan yang menggunakan tenaga kerja asing diminta melapor.

Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) Provinsi Papua Barat, Pallawarukka, SH, MH mengatakan, pelaporan ini guna meningkatkan tugas dan fungsi pengawasan terhadap orang asing.

PMB OPBJJ-UT Sorong

Pelaporan lewat aplikasi APOA akan mulai diberlakukan secara nasional 1 Juli 2021. Sehingga, Kantor Imigrasi Manokwari, Kamis (17/6) melakukan pelatihan pelaporan lewat aplikasi APOA, diikuti pegawai perhotelan, dan perusahaan pengguna jasa tenaga kerja asing seperti pabrik semen PT SDIC Cement Papua Indonesia.

‘’Aplikasi APOA merupakan aplikasi yang digunakan untuk melaporkan keberadaan orang asing yang berada di wilayah Indonesia pada saat mereka menginap di hotel, atau penginapan atau pekerja di suatu perusahaan,’’ ujarnya.

Pallawarukkan menegaskan, penjamin (sponsor) bertanggungjawab atas keberadaan dan  kegiatan orang asing. Demikian pula, pemilik/pengurus  tempat penginapan, hotel berkewajiban untuk memberikan data mengenai orang asing.

‘’Oleh karena itu Dirjen Imigrasi meminta pelaporan orang asing dari setiap pemilik usaha penginapan, melapor kepada Kantor Imigrasi setempat melalui aplikasi APOA dalam waktu 1×24 jam sejak orang asing tersebut mulai menginap,’’ tuturnya.

Berdasarkan amanat UU Nomor 6 Tahun 2011, pada pasal 11, bahwa pemilik atau pengurus tempat penginapan,  hotel, villa, rumah kos, tempat kontrakan yang tidak memberikan keterangan atau tidak menyampaikan laporan dipidana dengan denda kurungan paling lama 3 bulan atau pidana denda paling banyak Rp 25 juta.

‘’Semoga kegiatan sosialisasi aplikasi APOA ini dapat dijadikan momentum  bagi pemilik penginapan, hotel untuk melaporkan orang asing yang menginap,’’ ucapnya.

Ketua Panitia Sosialisasi APOA, Aaron Nicky Santosa melaporkan, pelatihan diikuti 35 perusahaan, lembaga, yayasan, hotel, penginapan di Manokwari. Bertujuan meningkatkan sinergitas pengawasan orang asing.(lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed